Rabu, 5 Oktober 2022

Dinilai Lamban, Penanganan Banjir di Desa Tarisi Wanareja Disorot

LSM Seroja Cilacap saat menanggapi Musrenbang RKPD Tahun 2023 Kecamatan Wanareja Cilacap (Foto: Dok LSM Seroja Cilacap)

Penanganan banjir di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja Cilacap disorot sejumlah pihak. Usulan yang diajukan berulang kali melalui Musyawaran Perencanan Pembangungan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Wanareja dinilai kerap kali gagal terealisasi.


Wanareja, serayunews.com

Hal tersebut disampaikan Koordinator LSM Seroja Cilacap Ekanto Wahyuning Santoso. Dia mengatakan penanganan masalah banjir di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja harusnya masuk dalam skala prioritas pembangunan 2023.

Namun menurutnya, saat acara Murenbang RKPD tahun 2023 di Kecamatan Wanareja yang diikutinya beberapa waktu lalu, Desa Tarisi tak lagi mengusulkan penanganan banjir tersebut, karena usulan sebelumnya yang usulkan berulang kali itu kerap kali gagal dan tidak terealisasi.

“Karena pada tahun ini oleh Kades Tarisi tidak diajukan lagi dalam usulan Musrenbang, karena menurut yang bersangkutan sudah capek mengajukan namun tidak direalisasikan, dan tidak pernah dijadikan skala prioritas,” ujar Ekanto dalam keterangannya, Kamis (27/01/2022).

Menurutnya, hal yang lebih memprihatikan lagi, saat Kades Tarisi menyampaikan kodisi Desa Tarisi yang sedang memprihatinkan, mendapat tanggapan dari salah satu anggota DPRD dalam dapil tersebut, yang dinilainya kurang simpatik dan menganggap seolah-olah Kades tersebut tidak paham soal anggaran.

“Menurut saya sebetulnya, sebaiknya sebagai anggota dewan yang menjadi wakil rakyat harus bijaksana dalam bicara dan menyampaikan pendapat,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya juga akan melaporkan sikap salah satu anggota dewan tersebut kepada Ketua DPRD sebagai bahan evaluasi anggota dewan yang melakukan reses di Dapil masing-masing.

Terkait hal tersebut, Camat Wanareja M. Najib mengatakan, bahwa tekait dengan penangan banjir di Desa Tarisi pihaknya mengakui, bahwa pengajuan dilakukan sudah berulangkali dengan kondisi bajir yang sudah lama terjadi. Namun pihaknya tetap berupaya untuk mengajukannya lagi.

“Tahun ini insyaallah tetap diajukan, hari ini Komisi C juga ke BBWS, ini sedang diupayakan sodetan Gunung Jambu agar banjir yang selalu menggenangi Desa Tarisi di empat dusun bisa tertangani melalui BBWS,” ujarnya.

Menurutnya, banjir di Desa Tarisi membutuhkan penanganan dari sejumlah pihak seperti BBWS dan PUPR. Sebab, aramco yang ditangani dengan sekedarnya berulangkali mampet sehingga sebabkan banjir.

Sedangkan dengan usulan hasil Musrenbang tingkat desa, menurutnya semua aspirasi sudah ditanggapi dengan baik dan acara berjalan dengan lancar, dan dinilai tidak ada yang diperdebatkan.

“Semua aspirasi ditanggapi dengan baik, wakil Ketua DPRD selesai acara juga mampir langsung ke Kantor Desanya (Desa Tarisi),” ujarnya.

Untuk Musrenbang RKPD tahun 2023 Kecamatan Wanareja, prioritas pembangunan diantarannya peningkatan jalan Cilongkrang-Wanasari, Nyakra-Wanareja dan masih banyak lagi ada sekitar 16 prioritas dengan peningkatan rigid beton, namun tetap melihat anggaran kemampuan pemerintah daerah.

Selain peningkatan infrastruktur jalan, penanganan bencana alam juga diperhatikan.

“Penanganan bencana sementara untuk DesaTarisi, dan Desa Limbangan, nantinya akan bekerjasama dengan PUPR dan BBWS,” ujarnya.

Editor :Kholil

Berita Terpopuler

Berita Terkini