
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Banyak warga Banjarnegara yang kerap menggunakan moda transportasi kereta api. Mereka biasanya naik dari Stasiun Kereta Api Purwokerto.
Sayangnya, moda transportasi lanjutan dari Stasiun Purwokerto belum memadai. Moda transportasi yang tersedia hanya pengusaha transportasi JogloSemar.
Namun, penjemputan tidak masuk ke dalam Stasiun Purwokerto karena pelaksanaannya masih berjalan secara mandiri tanpa kerja sama resmi dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Kondisi tersebut membuat sebagian penumpang harus berjalan keluar area stasiun atau mencari titik penjemputan tertentu untuk melanjutkan perjalanan menuju Banjarnegara.
Bagi masyarakat yang baru pertama kali menggunakan layanan kereta api, keterbatasan akses transportasi lanjutan ini kurang praktis dan dapat menambah waktu perjalanan.
Hal ini tentu menjadi satu tantangan yang memerlukan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.
Menjawab kegelisahan masyarakat, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara bersama PT KAI Daop 5 Purwokerto melakukan survei integrasi moda transportasi lanjutan.
Survei tersebut menjadi bagian dari upaya awal untuk menyusun sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Nantinya, masyarakat dapat menikmati layanan perjalanan yang lebih mudah sejak turun dari kereta hingga tiba di Banjarnegara.
Kepada Serayunews, Pangestu Munif Faisal (Kasi Angkutan Jalan) menjelaskan tujuan pengadaan survei ini.
Survei ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi lanjutan (feeder) yang menghubungkan Stasiun Purwokerto dengan Kabupaten Banjarnegara.
Tujuannya adalah memperoleh data dan masukan secara langsung mengenai beberapa hal ini.
Hasil survei akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan layanan antarmoda yang efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan pengguna.
Selain menggali kebutuhan masyarakat, survei juga akan memberikan gambaran mengenai jam operasional yang paling dibutuhkan penumpang.
Dengan demikian, jadwal keberangkatan angkutan lanjutan nantinya dapat disesuaikan dengan waktu kedatangan maupun keberangkatan kereta api sehingga layanan menjadi lebih efisien.
Selain meningkatkan kemudahan akses transportasi umum, pengembangan layanan ini juga memiliki tujuan berikut.
Jadi, partisipasi masyarakat dalam survei ini sangat penting agar layanan benar-benar memberikan manfaat, nyaman, dan berkelanjutan.
Menurut Munif, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara berperan sebagai penghubung dan fasilitator dalam mewujudkan layanan transportasi antarmoda yang terintegrasi dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto.
Melalui sinergi dan koordinasi yang berkelanjutan, Dinas Perhubungan berupaya menghubungkan layanan transportasi kereta api dengan angkutan lanjutan menuju Kabupaten Banjarnegara.
Kerja sama tersebut menciptakan sistem transportasi yang saling terintegrasi, akses mudah, aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat maupun wisatawan.
Apabila rencana layanan ini dapat direalisasikan, masyarakat Banjarnegara akan memiliki pilihan transportasi yang lebih praktis setelah tiba di Stasiun Purwokerto.
Integrasi antarmoda juga berpotensi meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.
Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama yang memiliki tujuan bukan hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sektor pariwisata.
Oleh karena itu, untuk mendukung penyediaan layanan transportasi publik yang berkualitas dan berkelanjutan, masyarakat perlu berpartisipasi dalam survei yang tengah berlangsung.
Masukan dari masyarakat akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan konsep layanan transportasi lanjutan.
Semakin banyak responden yang berpartisipasi, semakin akurat pula data untuk menentukan rute, tarif, hingga titik pemberhentian yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ingat, survei hanya berlangsung hingga bulan Agustus! Mari bersama wujudkan konektivitas transportasi yang lebih baik dari Stasiun Purwokerto ke Banjarnegara!***