
SERAYUNEWS – Sebuah rumah milik petani di Desa Matenggeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, hangus terbakar saat pemiliknya sedang berada di kebun untuk mengambil hasil sadapan kelapa dan aren. Kebakaran yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) sore itu mengakibatkan bangunan rumah beserta seluruh isinya ludes dilalap api.
Rumah semi permanen tersebut diketahui milik Kusnawan (69), warga RT 04 RW 05 Desa Matenggeng. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan kebakaran diduga berasal dari tungku kayu yang berada di dalam rumah.
Berdasarkan hasil pendataan petugas, sekitar pukul 15.00 WIB Kusnawan meninggalkan rumah untuk mengambil hasil sadapan kelapa dan aren di kebun. Namun saat kembali sekitar pukul 17.00 WIB, kobaran api sudah membesar dan menghanguskan bangunan rumah.
“Pada saat pemilik rumah kembali dari mengambil sadapan kelapa dan aren, api sudah dalam kondisi membesar dan membakar rumah beserta seluruh isinya,” kata Gatot, Sabtu (13/6/2026).
Kondisi tersebut membuat pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam bangunan.
Menurut Gatot, lokasi rumah yang cukup jauh dari permukiman warga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran sulit ditangani sejak awal. Rumah tersebut berada di area kebun sehingga warga tidak segera mengetahui adanya kebakaran.
Ketika api terlihat, kobaran sudah terlalu besar dan sulit dikendalikan dengan peralatan seadanya.
“Karena akses menuju rumah cukup jauh dan berada di tengah kebun, warga tidak bisa membantu melakukan pemadaman saat kebakaran terjadi,” ujarnya.
Setelah menerima laporan dari Kepala Desa Matenggeng, petugas Pos Damkar Majenang mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan dampak kebakaran.
Berdasarkan hasil asesmen petugas, rumah semi permanen berukuran sekitar 6 x 8 meter tersebut habis terbakar tanpa tersisa. Seluruh perabotan dan barang-barang yang berada di dalam rumah juga ikut hangus.
Selain melakukan pendataan, petugas Damkar juga memberikan sosialisasi mengenai layanan Pos Damkar Majenang serta aplikasi pelaporan kebencanaan guna mempercepat penanganan kejadian darurat di masyarakat.
Akibat kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
“Korban luka nihil dan korban meninggal dunia juga nihil. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 80 juta karena rumah beserta seluruh isinya habis terbakar,” jelas Gatot.
Damkar Cilacap mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku kayu maupun sumber api lainnya, terutama ketika akan meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama.
Langkah pencegahan sederhana dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.