
CILACAP, SERAYUNEWS – Saat langit timur mulai memancarkan semburat jingga, Bukit Pulek di Desa Karangreja, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap menyuguhkan pemandangan yang memikat. Dari ketinggian bukit ini, wisatawan dapat menikmati momen matahari terbit dengan latar hamparan perbukitan hijau dan kabut tipis yang perlahan tersapu cahaya pagi.
Keindahan sunrise di Bukit Pulek kini menjadi salah satu potensi wisata yang mulai dilirik untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di wilayah barat Kabupaten Cilacap. Panorama alam yang masih asri dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Datang sebelum matahari terbit menjadi waktu terbaik untuk menikmati keindahan Bukit Pulek. Udara yang sejuk berpadu dengan kabut yang menyelimuti lembah menciptakan panorama khas pegunungan.
Perlahan, sinar matahari muncul dari balik perbukitan dan mengubah warna langit menjadi keemasan. Momen tersebut menjadi daya tarik utama yang banyak diburu pecinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana pagi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, menilai Desa Karangreja memiliki modal yang lengkap untuk berkembang menjadi kawasan wisata.
“Karangreja ini punya paket lengkap. Kalau keindahan alam, tradisi lokal, dan potensi pertaniannya bisa dikemas dengan konsep yang matang, kolaborasi ini bakal jadi daya tarik yang sangat luar biasa jika dikelola lewat perencanaan yang matang,” ujar Budi, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, keindahan Bukit Pulek dapat menjadi salah satu ikon wisata baru yang melengkapi destinasi lain di Desa Karangreja.
Selain Bukit Pulek, Desa Karangreja juga memiliki Curug Goong, Bukit Sempayak, serta embung desa yang menawarkan panorama alam menarik. Seluruh potensi tersebut dinilai dapat saling melengkapi sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi dalam satu kawasan.
Namun, pengembangan Bukit Pulek masih menghadapi kendala karena lokasi tersebut berada di atas lahan milik perusahaan perkebunan. Kondisi itu membuat ruang pengelolaan wisata menjadi terbatas.
Budi berharap pemerintah desa dapat mencari alternatif lokasi dengan karakter lanskap serupa sehingga pengembangan wisata dapat dilakukan lebih leluasa.
“Harapan kami seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat, sehingga mampu menjadi daya tarik wisata baru di wilayah barat Kabupaten Cilacap,” pungkasnya.
Dengan panorama matahari terbit yang memanjakan mata serta dukungan potensi wisata alam lainnya, Bukit Pulek dinilai berpeluang menjadi salah satu destinasi favorit baru di Kabupaten Cilacap apabila dikembangkan secara berkelanjutan bersama masyarakat setempat.