
SERAYUNEWS – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan, umat Islam semakin diingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Lebih dari itu, Ramadhan adalah momentum memperkuat keimanan, memperbaiki kualitas ibadah, dan melatih diri agar tetap istiqomah dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Setiap hari di bulan Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak doa. Doa menjadi sarana komunikasi antara hamba dan Tuhannya, sekaligus bentuk pengakuan atas kelemahan diri serta harapan akan pertolongan-Nya.
Pada hari ke-4 Ramadhan, terdapat doa yang berisi permohonan kekuatan dalam menjalankan perintah Allah, merasakan manisnya zikir, hingga perlindungan dari segala keburukan.
Berikut bacaan doa Ramadhan hari ke-4 lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
Doa ini mengandung pesan yang sangat dalam. Pertama, terdapat permohonan agar diberikan kekuatan dalam menegakkan perintah Allah. Istiqomah dalam ibadah bukan perkara mudah.
Semangat di awal Ramadhan sering kali tinggi, namun menjaga konsistensi hingga akhir bulan membutuhkan pertolongan Allah.
Kedua, doa ini memohon agar hati mampu merasakan “manisnya” zikir. Artinya, bukan sekadar melafalkan tasbih atau membaca Al-Qur’an, tetapi menghadirkan kekhusyukan dan ketenangan batin saat mengingat-Nya.
Ketiga, terdapat permohonan agar dimampukan untuk bersyukur. Rasa syukur menjadi fondasi penting dalam kehidupan seorang muslim.
Dengan bersyukur, seseorang tidak hanya fokus pada kekurangan, tetapi menyadari banyaknya nikmat yang telah diberikan.
Terakhir, doa ini memohon perlindungan Allah. Dalam menjalani puasa, godaan dan ujian bisa datang dalam berbagai bentuk, baik berupa hawa nafsu, amarah, maupun kelalaian. Perlindungan Allah menjadi benteng utama agar ibadah tetap terjaga.
Tulisan Arab
اللَّهُمَّ قَوْنِي فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ، وَاذِقْنِي فِيهِ حَلَاوَةَ ذِكْرِكَ، وَأَوْزِعْنِي فِيهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ، وَاحْفَظْنِي فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَسَتْرِكَ، يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ
Latin
Allâhumma qawwinî fîhi ‘alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fîhi halâwata dzikrika, wa awzi’nî fîhi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhni fîhi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.
Artinya
“Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu di dalamnya. Anugerahkan kepadaku kenikmatan dalam berzikir kepada-Mu.
Bantulah aku untuk menunaikan syukur atas nikmat-Mu dengan kemurahan-Mu. Lindungilah aku dengan penjagaan dan perlindungan-Mu, wahai Zat Yang Maha Melihat segala yang memandang.”
Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan. Banyak ulama menjelaskan bahwa peluang terkabulnya doa semakin besar ketika dipanjatkan dengan hati yang ikhlas dan khusyuk, terlebih saat sedang berpuasa.
Beberapa waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa antara lain pada sepertiga malam terakhir.
Waktu ini identik dengan pelaksanaan shalat tahajud, saat suasana lebih tenang dan hati lebih mudah fokus.
Selain itu, menjelang waktu berbuka puasa juga termasuk momen yang istimewa. Doa orang yang berpuasa saat berbuka memiliki keutamaan tersendiri. Begitu pula saat sahur, yang menjadi waktu sunyi sebelum fajar menyingsing.
Waktu antara azan dan iqamah juga dianjurkan untuk dimanfaatkan berdoa. Meski demikian, doa tidak terikat pada jam tertentu.
Sepanjang hari di bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk bermunajat, selama dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Memasuki hari ke-4 Ramadhan, doa ini dapat menjadi pengingat agar semangat ibadah tidak surut.
Dengan memohon kekuatan, kenikmatan zikir, kemampuan bersyukur, dan perlindungan dari Allah, diharapkan perjalanan puasa semakin bermakna hingga akhir bulan suci.***