
SERAYUNEWS – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk memanjatkan doa.
Selain sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, doa juga menjadi sarana memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan selama menjalankan puasa.
Terdapat doa khusus yang kerap dibaca pada hari kedua Ramadhan, lengkap dengan lafaz Arab, latin, serta artinya.
Anjuran memperbanyak doa di bulan Ramadhan sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Baqarah ayat 186.
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah Maha Dekat dan akan mengabulkan permohonan hamba-Nya yang berdoa dengan penuh keimanan dan ketulusan.
Bacaan Doa Hari ke-2 Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Berikut ini adalah doa yang dapat diamalkan pada hari kedua bulan Ramadhan:
Tulisan Arab:
اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَجَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَنَقِمَاتِكَ وَوَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika, wa jannibnî fîhi min sakhatika wa naqimâtika, wa waffiqnî fîhi liqirâ’ati âyâtika birahmatika yâ Arhamar râhimîn.
Artinya:
“Ya Allah, dekatkanlah aku pada bulan ini kepada keridaan-Mu. Jauhkanlah aku di dalamnya dari kemurkaan dan siksa-Mu. Berikanlah aku taufik untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”
Doa ini berisi permohonan agar seorang hamba senantiasa berada dalam jalan yang diridai Allah, dijauhkan dari murka-Nya, serta diberi kemudahan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Pesan ini sangat relevan dengan semangat Ramadhan yang identik dengan peningkatan ibadah dan tilawah.
Dalil tentang Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan
Keistimewaan doa di bulan puasa tidak terlepas dari sejumlah dalil. Salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyebutkan bahwa ada tiga golongan yang doanya tidak tertolak, salah satunya adalah orang yang sedang berpuasa hingga ia berbuka.
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ (رواه مسلم)
Artinya: “Tiga golongan yang tidak akan ditolak doanya: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan orang yang dizalimi.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut menjadi penguat bahwa momentum Ramadhan seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.
Keutamaan Puasa Ramadhan bagi Umat Islam
Selain doa yang mustajab, puasa Ramadhan sendiri memiliki berbagai keutamaan. Ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjadi sarana penyucian diri.
Salah satu keutamaannya adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa sehari di jalan Allah akan dijauhkan dari api neraka sejauh perjalanan puluhan tahun.
Tidak hanya itu, puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat di hari kiamat. Dalam hadis riwayat Ahmad dan Al-Hakim dijelaskan bahwa keduanya akan memohonkan pertolongan bagi hamba yang mengamalkannya.
Dari sisi spiritual, puasa turut melatih pengendalian diri. Rasulullah SAW menganjurkan puasa sebagai benteng bagi mereka yang belum mampu menikah, karena puasa dapat menekan hawa nafsu dan menjaga kehormatan diri.
Momentum Hari Kedua untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah
Memasuki hari kedua Ramadhan, semangat beribadah sebaiknya tetap dijaga bahkan ditingkatkan.
Selain menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak menjadi bagian penting dari ibadah di bulan yang penuh rahmat ini.
Doa hari kedua Ramadhan di atas dapat dijadikan salah satu amalan rutin setelah salat fardu atau saat menjelang berbuka puasa.
Dengan konsistensi dan keikhlasan, diharapkan setiap doa yang dipanjatkan mendapat ridha dan pengabulan dari Allah SWT.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Melalui doa dan puasa, seorang Muslim diajak untuk lebih mendekat, memperbaiki diri, serta meraih keberkahan yang dijanjikan.***












