
SERAYUNEWS – Publik global kembali menyoroti kasus Jeffrey Epstein setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis jutaan dokumen terbaru terkait perkara tersebut.
Seluruh data yang dikenal sebagai Jeffrey Epstein Files PDF, termasuk foto dan video, kini dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
Siapa pun bisa membaca langsung dan bahkan mengunduh file Epstein PDF yang tersedia melalui laman resmi Departemen Kehakiman AS.
Rilis besar-besaran ini memicu rasa ingin tahu publik: dokumen Epstein tentang apa sebenarnya, dan bagaimana cara mengunduh Jeffrey Epstein Files PDF full?
Jutaan berkas baru terkait kasus Jeffrey Epstein dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada Jumat (30/1/2026).
Rilis ini menjadi salah satu pengungkapan dokumen hukum terbesar dalam sejarah kasus kejahatan seksual di Amerika Serikat.
Isinya berkaitan langsung dengan kejahatan yang dilakukan Epstein, termasuk pelecehan seksual dan perdagangan seks.
Publik pun kini bisa menelusuri jejak panjang kasus yang selama bertahun-tahun menuai kontroversi dan teori konspirasi.
Seturut BBC, jumlah Jeffrey Epstein Files yang dirilis itu mencapai 3,5 juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan 2.000 video.
Skala rilis ini menunjukkan kompleksitas dan luasnya jaringan kasus yang ditangani aparat penegak hukum AS.
Pertanyaan paling banyak muncul adalah, dokumen Epstein tentang apa?
Jawabannya mencakup berbagai aspek kehidupan, kejahatan, hingga proses hukum yang menjerat Epstein selama bertahun-tahun.
Dokumen-dokumen tersebut berisi rincian masa hukuman Epstein di penjara, laporan psikologis, korespondensi email dengan berbagai pihak, serta bukti-bukti yang dikumpulkan dari sejumlah penyelidikan besar.
Bahkan, terdapat foto dan video yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan ke ruang publik.
Dalam keterangan tertulisnya, DOJ menjelaskan sumber dokumen tersebut secara rinci:
“Berkas ini ini dikumpulkan dari lima sumber utama, termasuk kasus Florida dan New York terhadap Epstein, kasus New York terhadap Maxwell, kasus New York yang menyelidiki kematian Epstein, kasus Florida yang menyelidiki mantan kepala pelayan Epstein, beberapa investigasi FBI, dan Kantor Inspektur Jenderal menyelidiki kematian Epstein” tulis DOJ dalam keterangan tertulisnya.
Epstein Files merupakan nama yang disematkan untuk seluruh berkas terkait penyelidikan dan penegakan hukum atas kasus dugaan kejahatan dan perdagangan seksual yang dilakukan oleh mantan taipan keuangan, Jeffrey Epstein.
Kasus Jeffrey Epstein bermula pada 2006, saat ia pertama kali menghadapi berbagai tuduhan kejahatan seksual.
Namun, perkara tersebut berakhir melalui mekanisme kesepakatan hukum atau plea deal pada 2008.
Keputusan ini membuat Epstein hanya menerima hukuman yang relatif ringan dibanding beratnya tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Nama Epstein kembali mencuat pada 2019, ketika ia kembali diselidiki atas kasus perdagangan dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Kali ini, tekanan publik jauh lebih besar, dan Epstein ditahan menunggu proses persidangan.
Namun, kasus tersebut tak pernah mencapai putusan pengadilan.
Epstein ditemukan tewas bunuh diri di dalam sel penjara, sehingga proses hukum dihentikan tanpa vonis.
Kontroversi terbesar dalam kasus ini bukan hanya soal kejahatan seksual, melainkan dugaan keterlibatan banyak tokoh besar dunia.
Dalam Epstein Files, muncul nama-nama pesohor dari berbagai latar belakang, mulai dari politisi, pebisnis, musisi, hingga selebriti.
Beberapa tokoh yang tercantum antara lain mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden AS Donald Trump, hingga mantan bangsawan Kerajaan Inggris Andrew Mountbatten-Windsor.
Selain itu, nama Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, hingga Mick Jagger juga muncul dalam berbagai dokumen, email, maupun arsip visual.
Kemunculan nama-nama besar inilah yang membuat publik menaruh perhatian besar terhadap rilis Epstein Files.
Sejak Jumat (30/1), sekitar 3,5 juta dokumen Epstein Files dapat dibaca dan diunduh publik melalui laman web resmi Departemen Kehakiman AS.
DOJ menyediakan laman khusus bernama “Epstein Library”, yang berfungsi sebagai pusat arsip digital untuk seluruh dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.
Meski terbuka, berkas-berkas tersebut telah melalui proses peninjauan dan penyensoran.
Menurut Departemen Kehakiman AS, penyensoran dilakukan demi melindungi identitas para korban.
Namun, langkah ini menuai kritik karena dianggap menutupi informasi tertentu.
Adapun cara mengunduh Jeffrey Epstein Files PDF full adalah sebagai berikut:
Rilis Jeffrey Epstein Files menjadi babak baru dalam upaya transparansi hukum di Amerika Serikat.
Meski banyak bagian disensor, publik kini memiliki akses luas untuk memahami skala dan kompleksitas kasus Epstein.
Dengan tersedianya dokumen ini, pertanyaan lama seputar jaringan, proses hukum, dan tanggung jawab institusi kembali mengemuka ke ruang publik.***