
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Dua domba Batur yakni Satria dan Devina menjadi sorotan dalam Kontes dan Festival Domba Batur Piala Bupati Banjarnegara 2026. Keduanya berhasil menjadi juara di kelas dewasa jantan dan betina dalam ajang yang digelar di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara.
Kontes tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) ke-16, sekaligus menjadi panggung bagi para peternak untuk menunjukkan kualitas Domba Batur sebagai salah satu ternak unggulan khas Dataran Tinggi Dieng.
Di kelas Dewasa Jantan, domba bernomor peserta 638 bernama Satria milik Nara Farm keluar sebagai juara pertama dengan perolehan nilai 218,5. Sementara itu, pada kelas Dewasa Betina, gelar juara pertama diraih domba bernomor peserta 504 bernama Devina milik GR Farm. Devina mencatatkan nilai tertinggi, yakni 229,5.
Tak hanya mempertandingkan kualitas penampilan dan karakteristik ternak, kontes ini juga menghadirkan kelas ekstrem yang secara khusus menguji bobot tubuh Domba Batur.
Pada Kelas Ekstrem Jantan, domba nomor peserta 619 bernama Joker milik Raja Prokal Farm menjadi yang terberat dengan bobot mencapai 109 kilogram. Sedangkan Kelas Ekstrem Betina dimenangi domba nomor peserta 627 bernama Bunga milik Ayub Farm dengan bobot 92 kilogram.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Adi, mengatakan kontes Domba Batur bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif sekaligus upaya memperkuat sektor peternakan dan pariwisata daerah.
Menurutnya, penyelenggaraan kontes yang menjadi bagian dari DCF memberikan ruang bagi peternak untuk mempromosikan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi Domba Batur.
“Hari ini kita mengadakan kontes dan festival Domba Batur Piala Bupati Banjarnegara. Ini masuk agenda Dieng Culture Festival dan merupakan bagian dari ekonomi kreatif serta pariwisata,” ujar Firman, Minggu (30/8/2026).
Firman menjelaskan, Domba Batur merupakan plasma nutfah khas Dataran Tinggi Dieng yang telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Keberadaan Domba Batur tidak lepas dari proses persilangan yang berlangsung selama puluhan tahun antara domba Merino asal Australia dan Selandia Baru dengan domba lokal. Hasil persilangan tersebut menghasilkan karakteristik Domba Batur yang memiliki keunggulan pada ukuran dan bobot tubuh.
Domba lokal jantan pada umumnya memiliki bobot sekitar 60 hingga 70 kilogram, sedangkan betina sekitar 40 kilogram. Sementara itu, Domba Batur jantan dapat mencapai bobot hingga 110 kilogram dan betinanya mampu memiliki bobot lebih dari 70 kilogram.
Saat ini, populasi Domba Batur di Kabupaten Banjarnegara diperkirakan mencapai sekitar 9.000 ekor, dengan sekitar 1.000 ekor lainnya telah tersebar di luar daerah.
Kontes Domba Batur Piala Bupati Banjarnegara tahun ini mempertandingkan enam kelas. Masing-masing terdiri atas Cempe Jantan, Cempe Betina, Dewasa Jantan, Dewasa Betina, Ekstrem Jantan, dan Ekstrem Betina. Khusus kelas ekstrem, penentuan pemenang dilakukan berdasarkan bobot tubuh terberat.
Menariknya, meski Domba Batur identik dengan Kabupaten Banjarnegara, peserta kontes tidak hanya berasal dari daerah setempat. Sejumlah peternak dari kabupaten sekitar, seperti Wonosobo, Purbalingga hingga Boyolali, turut ambil bagian.
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan semakin luasnya minat terhadap Domba Batur sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas ternak khas Dieng di luar wilayah asalnya.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menilai Domba Batur memiliki posisi penting sebagai salah satu ikon daerah. Menurutnya, nilai Domba Batur tidak sebatas sebagai komoditas peternakan untuk kebutuhan daging, tetapi juga telah berkembang menjadi hewan kesayangan atau klangenan.
“Domba Batur tentunya menjadi salah satu ikon Banjarnegara. Mudah-mudahan ajang ini bisa menjadi pendorong geliat ekonomi bagi masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya,” kata Amalia.
Kontes tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi, peternakan, pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dipertemukan dalam satu agenda besar DCF 2026.
Kemenangan Satria, Devina, Joker, dan Bunga menjadi bagian dari geliat pengembangan Domba Batur di Banjarnegara. Di sisi lain, kompetisi ini juga menjadi motivasi bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas pemeliharaan dan pengembangan genetik ternak khas Dataran Tinggi Dieng tersebut.
Dengan populasi yang terus dikembangkan dan minat peternak dari berbagai daerah, Domba Batur berpeluang semakin kuat menjadi ikon peternakan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Dieng dan Banjarnegara.