Selasa, 28 September 2021

DPRD Purbalingga Temui Direksi RSUD Goeteng, Bahas Soal Covid-19, Ini Hasilnya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purbalingga sedang menggelar rapat untuk mempersiapkan RSUD Goeteng Taroenadibrata sebagai rumah sakit khusus bagi pasien Covid-19. (Amin)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purbalingga, merupakan bagian dari pemerintah. Oleh karenanya, DPRD tidak bisa lepas tanggungjawab terhadap masyarakat. Dalam kondisi Pandemi ini, yang difokuskan adalah jaminan kesehatan masyarakat.


Purbalingga, serayunews.com

Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Adi Yuwono menyampaikan, pihaknya melakukan kordinasi dengan RSUD Goeteng Taroenadibrata. Pada kesempatan ini, hadir bersama Wakil Ketua DRPD Teny Yuliawati, dan Aman Waliyudin. Ditemui Plt Direktur RSUD Goeteng Hanung Wikantono, dan jajaran direksi RSUD.

“Rencananya kan RSUD Goeteng akan dijadikan rumah sakit khusus pasien Covid-19, jadi kita ingin mengetahui sejauh mana kesiapan dan apa kendalanya,” kata Adi Yuwono, Kamis (22/07/2021) siang.

Adi menyampaikan, pemerintah memang harus menjamin kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, bukan saja wewenang Bupati, tapi DPRD juga. Maka, dengan mengetahui kondisinya, maka nantinya bisa disinergikan dalam menentukan langkah. “Jadi ya apa bisa kita lakukan, ya ayo bersama-sama sesuai tupoksinya masing-masing, tujuannya sama yaitu melayani masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut ketua DPC Partai Gerinda itu menyampaikan, pada dasarnya dewan sepakat jika RS Goeteng menjadi rumah sakit khusus pasien Covid. Hal itu berdasar pada masih tingginya kasus positif di Purbalingga.

“Pada dasarnya kita sepakat, maka kita pun siap untuk mendukung sesuai peran kita (DPRD, red),” katanya.

Sementara itu, Hanung Wikantono mengatakan, dia sudah memaparkan semua kondisi rumah sakit saat ini. Pertimbangan untuk menjadikan rumah sakit khusus Covid-19, dengan tujuan efektivitas. Baik dari tempat, biaya, sampai tenaga.

“Ya kalau harus membuat rumah sakit darurat, kan perlu biaya juga, tenaga juga harus dipisah-pisah akibatnya. Kalau terpusat, bisa lebih efektif,” katanya.

Mengenai kesiapan, lanjut Hanung, bagaimana pun harus siap. Karena kondisi memang darurat. Adanya peralatan dan perlengkapan yang terbatas, harus bisa disiasati sedemikian rupa. Tentunya dengan sangat meminimalisir resiko.

“Kalai bicara fasilitas, baik peralatan maupun perlengkapan tentu ada kekurangan. Tapi kita harus siasati sedemikian rupa dengan tetap mementingkan keselamatan,” ujarnya.

Selain keterbatasan itu, untuk jumlah tenaga kesehatan juga sangat penting dipikirkan. Karena pasien semakin bertambah, namun tenaga semakin berkurang. “Jadi ada bangsal yang akhirnya disatukan, dan tenaga medisnya sama, ada juga diberlakukan shift,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tengah mempersiapkan RSUD Goeteng Taroenadibrata sebagai rumah sakit khusus bagi pasien Covid-19.

Plt Dirut RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata drg Hanung Wikantono mengatakan langkah tersebut diambil guna mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19 di Purbalingga.

“Berdasarkan instruksi dari Bupati, jika nantinya jumah pasien Covid-19 terus naik dan ruang perawatannya terbatas. Maka, RSUD (dr R Goeteng Taroenadibrata) akan dijadikan sebagai rumah sakit khusus penanganan Covid-19,” Hanung Wikantono.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini