
SERAYUNEWS – Para pengemudi ojek online (ojol) di Purwokerto menyambut positif kebijakan pemberian Bonus Hari Raya (BHR) 2026 dari perusahaan aplikator.
Bonus tersebut mulai dicairkan pada Kamis (5/3/2026) sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra pengemudi.
Meski nominal yang diterima berbeda-beda, para driver menilai tambahan penghasilan ini cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
Anto (31), salah satu pengemudi ojol di Purwokerto, mengungkapkan rasa syukur atas kebijakan tersebut.
“Kami bersyukur akhirnya driver ojol mendapatkan BHR dari perusahaan aplikator. Setidaknya ini menjadi bentuk perhatian kepada para pengemudi yang selama ini bekerja di jalan,” katanya.
Anto menambahkan, meskipun nilai bonus yang diterima tidak terlalu besar, bantuan tersebut tetap berarti bagi para pengemudi yang mengandalkan penghasilan harian.
“Meski nilainya mungkin belum besar, bagi kami tetap sangat membantu untuk kebutuhan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, perusahaan teknologi GoTo menginformasikan sekitar 400.000 mitra Gojek, baik pengemudi roda dua maupun roda empat, berhak menerima Bonus Hari Raya.
Besaran bonus yang diberikan bersifat proporsional, bergantung pada kategori serta catatan performa masing-masing mitra selama satu tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan mitra pengemudi, nominal bonus yang diterima bervariasi sesuai jenis kendaraan.
Rinciannya sebagai berikut:
Salah satu driver ojol lainnya, Eko, menjelaskan bahwa penentuan nominal bonus didasarkan pada beberapa indikator utama.
Indikator tersebut antara lain intensitas jam operasional, tingkat penyelesaian pesanan, serta kualitas layanan kepada pelanggan.
Dalam penyaluran BHR 2026, para mitra pengemudi juga diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan konsistensi kerja selama satu tahun terakhir.
Kategori tersebut meliputi:
Klasifikasi ini menjadi dasar perusahaan dalam menentukan besaran bonus yang diterima setiap mitra.
Sementara itu, Irani Isnaeni yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojol berharap kebijakan pemberian BHR ini dapat menjadi langkah awal menuju peningkatan kesejahteraan driver di masa mendatang.
“Harapan kami ke depan bukan hanya soal BHR, tapi juga adanya kebijakan yang lebih memperhatikan kesejahteraan driver. Karena tanpa driver, layanan transportasi online tidak akan berjalan,” ujarnya.