
SERAYUNEWS — Malam penuh drama tersaji di ajang Liga Champions UEFA, Rabu (15/4/2026) WIB. Dua raksasa Eropa mengalami nasib kontras—Liverpool FC harus tersingkir, sementara Atlético Madrid justru melaju ke semifinal secara dramatis.
Bermain di Anfield, Liverpool FC tampil dominan saat menghadapi Paris Saint-Germain. The Reds mencatatkan 21 tembakan, jauh lebih banyak dibandingkan PSG yang hanya 11. Penguasaan bola pun dikuasai Liverpool dengan 57 persen.
Namun, efektivitas menjadi pembeda. PSG tampil klinis lewat Ousmane Dembélé yang mencetak dua gol pada menit ke-72 dan 90+1.
Liverpool pun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2 dan tersingkir dengan agregat telak 0-4.
Drama berbeda tersaji saat Atlético Madrid menghadapi FC Barcelona. Atletico memang kalah 1-2 di leg kedua, namun tetap memastikan tiket semifinal berkat keunggulan agregat 3-2.
Barcelona sempat tampil meyakinkan lewat gol cepat Lamine Yamal pada menit ke-4 dan Ferran Torres pada menit ke-24.
Namun, gol krusial dari Ademola Lookman di menit ke-31 menjadi penentu penting bagi Atletico.
Secara statistik, Barcelona mendominasi dengan 59 persen penguasaan bola dan 656 operan, berbanding 275 milik Atletico. Namun, efektivitas dan pertahanan disiplin menjadi kunci keberhasilan tim asal Madrid tersebut.
Hasil ini kembali menegaskan kerasnya persaingan di Liga Champions. Dominasi tidak selalu berujung kemenangan, seperti yang dialami Liverpool. Sebaliknya, efisiensi dan strategi matang mampu mengantarkan Atletico melangkah lebih jauh.
Satu malam, dua cerita—yang satu tersungkur, yang lain melaju penuh drama.