
SERAYUNEWS – Final impian akhirnya tersaji di Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Paris Saint-Germain dipastikan menghadapi Arsenal di partai puncak usai menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat dramatis 6-5, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Meski Arsenal tampil impresif sepanjang musim, mayoritas pengamat masih lebih menjagokan PSG untuk mengangkat trofi Liga Champions.
Status juara bertahan, kedalaman skuad, hingga pengalaman bermain di laga besar menjadi alasan utama klub asal Paris itu lebih diunggulkan.
Tim asuhan Luis Enrique tampil sangat konsisten sepanjang musim. PSG bahkan dinilai memiliki salah satu komposisi tim paling komplet di Eropa saat ini.
Di lini depan, nama Ousmane Dembélé kembali menjadi sorotan. Peraih Ballon d’Or musim lalu itu tampil tajam dengan torehan tujuh gol dan dua assist di Liga Champions musim ini.
Saat menghadapi Bayern München, ia bahkan langsung mencetak gol cepat pada menit ketiga.
PSG juga memiliki winger eksplosif Khvicha Kvaratskhelia yang kerap merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan kreativitasnya.
Selain itu, wonderkid Désiré Doué menjadi salah satu senjata muda paling berbahaya musim ini. Di usia 20 tahun, ia sudah rutin tampil di pertandingan besar dan menunjukkan mental matang.
Kekuatan PSG tidak hanya berada di sektor depan. Trio lini tengah mereka yang dihuni Vitinha, Fabián Ruiz, dan João Neves dianggap sebagai kombinasi paling komplet di Eropa musim ini.
Di sektor pertahanan, PSG memiliki bek agresif seperti Achraf Hakimi dan Nuno Mendes yang aktif membantu serangan.
Sementara di jantung pertahanan, duet Marquinhos dan Willian Pacho tampil disiplin dan solid sepanjang fase gugur.
Kedalaman skuad PSG juga membuat mereka semakin menakutkan. Masih ada pemain seperti Bradley Barcola, Lee Kang-in, Gonçalo Ramos, hingga Warren Zaïre-Emery yang siap menjadi pembeda dari bangku cadangan.
Meski lebih sering disebut underdog, Arsenal musim ini menunjukkan perkembangan signifikan di bawah asuhan Mikel Arteta.
Klub asal London itu mampu menjaga konsistensi di Liga Inggris dan tampil lebih matang dibanding beberapa musim sebelumnya.
Di lini serang, Arsenal memiliki kombinasi pemain cepat dan kreatif seperti Bukayo Saka, Viktor Gyökeres, Eberechi Eze, serta Gabriel Martinelli.
Sektor tengah mereka juga sangat kompetitif berkat kehadiran Martin Ødegaard, Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino.
Sedangkan lini belakang Arsenal tampil disiplin musim ini melalui duet William Saliba dan Gabriel Magalhães.
Prediksi Final Liga Champions: Statistik PSG Unggul, Arsenal Punya Mental Penantang
Di atas kertas, PSG memang lebih diunggulkan untuk menjadi juara Liga Champions UEFA musim ini. Pengalaman bermain di final, kedalaman skuad, dan mental juara menjadi nilai lebih yang sulit diabaikan.
Bahkan prediksi Google menempatkan peluang kemenangan PSG selama 90 menit di angka 42 persen, sementara Arsenal hanya 31 persen.
Namun final Liga Champions sering menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.
Arsenal memiliki satu faktor penting yang bisa menjadi senjata utama: rasa lapar untuk mencetak sejarah baru.
Jika mental dan konsistensi mereka benar-benar meningkat musim ini, bukan tidak mungkin PSG justru menjadi korban berikutnya di partai final.