Kamis, 20 Januari 2022

Empat Desa di Purbalingga Dapat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ini Penjelasannya

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyerahkan trofi dan piagam kepada empat desa peraih penghargaan Proklim, Minggu (28/11/2021). (Amin)

Empat desa di Kabupaten Purbalingga mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim). Masing-masing yakni Desa Muntang Karangtalun, Bodas Karangjati, dan Grantung. Trofi dan piagam dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), diserahkan kepada desa terpilih oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Minggu (28/11/2021).


Purbalingga, serayunews.com

 Proklim merupakan program dari KLHK, merupakan penghargaan tertinggi sebagai desa terbaik dalam inovasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim se-Indonesia. Program-program yang dilakukan melibatkan masyarakat langsung, untuk menjaga lingkungan dan meminimalisir dampak emisi dari efek rumah kaca.

Baca juga  Dugaan Bocah 9 Tahun Dibunuh, Polres Banjarnegara Beberkan Perkembangannya

Di Kabupaten Purbalingga, ada empat yang terpilih mendapatkan penghargaan Proklim. Masing-masing yakni Desa Muntang sebagai Desa Proklim Utama. Sedangkan tiga desa lainnya, Desa Karangtalun, Desa Bodas Karangjati, dan Desa Grantung sebagai Desa Proklim tingkat Madya.

“Tentunya senang, karena apa yang telah diupayakan bisa mendapatkan hasil,” kata kepala desa (Kades) Karangtalun, Heru Catur Wibowo, usai menerima penghargaan, Munggu (28/11/2021).

Lebih lanjut Heru menyampaikan, penghargaan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Tetapi lebih jauh adalah kesadaran masyarakat untuk sadar lingkungan, dan kelestarian lingkungan yang akan menjadi warisan generasi berikutnya. Sehingga, Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, yang notabennya ada di daerah pegunungan bisa terjaga kesejukannya. Tetap bertahan melimpahnya sumber air yang ada.

Baca juga  Merajut Jaring, Menjalin Harmonisasi Pertamina Cilacap dan HNSI

“Semoga ini bisa menjadi motivasi masyarakat agar lebih bisa, lebih mau, untuk menjaga, dan merawat kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dijelaskan, beragam kegiatan pada Proklim yang diterapkan, diantaranya menjaga keberadaan sumber mata air. Melalui pelaksanaan penanaman pohon, dan perawatan rutin. Pemanfaatan lahan non produktif untuk tetap ditanami. Membuat saluran biopori. Serta membangun kawasan terpadu antara perikanan, pertanian, dan peternakan.

“Kami libatkan seluruh masyarakat, termasuk kelompok tani perempuan yang sangat aktif sampai sekarang,” ujarnya.

Kepada para penerima penghargaan, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi sangat mengapresiasi. Dirinya juga menyampaikan terimakasih, karena telah mandiri ikut menjaga kelestarian tanah Purbalingga. Sebab, hal ini buka semata tugas Pemerintah saja. Namun butuh gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Baca juga  Pasca Kebakaran, Pemkab Usulkan Pasar Darurat di Terminal Karangmangu Kroya, Ini Kata Pedagang

“Banyak manfaat yang bisa dirasakan jika mau menjaga kelestarian lingkungan. Manfaat sehat itu pasti, lingkungan sehat jauh dari penyakit. Bahkan, pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi nilai ekonomis,” kata Tiwi.

Berita Terkait

Berita Terkini