
JAKARTA, SERAYUNEWS – Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengelola bandara menghentikan sementara operasional penerbangan hingga pukul 13.30 WIB.
Penghentian operasional tersebut dilakukan seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran penerbangan.
Melalui unggahan di Instagram @soekarnohattaairport, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal resmi masing-masing maskapai untuk memastikan informasi penerbangan terbaru.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 13.30 WIB,” tulis pengelola Bandara Soekarno-Hatta.
Pengelola juga mengimbau seluruh pengguna jasa bandara, untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan & untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” tulisnya di Instagram @soekarnohattaairport.
Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172 untuk memperoleh informasi terkait kondisi kebandarudaraan.
Penghentian sementara operasional penerbangan menjadi langkah antisipasi di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan, tetapi kembali memastikan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
Informasi terbaru mengenai operasional bandara dan penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi keselamatan penerbangan.