
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kata resonance menjadi benang merah dalam gelaran Resonance 2026 yang diadakan Ethos di Java Heritage Hotel Purwokerto, Selasa, 28 Juli 2026.
Gelaran tersebut dikemas dengan talkshow bersama komika Pandji Pragiwaksono dan Ustadz Felix Siauw menjadi salah satu agenda utama.
Acara juga dimeriahkan penampilan Ethos star talent serta mystery guest.
Chairman PT Ethos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, menjelaskan makna resonansi dari sudut pandang perjalanan Ethos.
“Jalannya terjal, tapi karena kerja sama kita bersama, karena maksud baik kita bersama, maka bareng-bareng kita berresonansi,” kata Mukit saat melakukan sambutan pada Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Mukit, perjalanan perusahaan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan harus dilalui bersama.
Oleh karena itu, kebersamaan tidak cukup hanya diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga melalui kesamaan nilai dan tujuan.
Ia menilai ekosistem Ethos perlu terus menjaga nilai produktivitas, kreativitas, efektivitas, dan keunggulan.
Hal itu kemudian diterjemahkan dalam sejumlah aspek kerja, mulai dari produk, pemasaran, pemanfaatan AI hingga sistem perusahaan.
“Resonansi kita itulah karena kita percaya, kita percaya dan setia pada nilai-nilai yang kita pegang hari ini. Apa itu? Produktivitas. Produk yang unggul. Marketing yang kreatif. AI yang adaptif. Sistem yang excellent,” ujarnya.
Menurut Mukit, nilai dan cara kerja yang baik harus menjadi fondasi sebelum hasil yang lebih besar dikejar.
Mukit juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya kerja agar tidak bergeser ke arah yang justru merugikan organisasi.
Ia menyinggung perilaku seperti bekerja seadanya, mengakali sistem, hingga memanipulasi pencapaian sebagai contoh “resonansi rendah” yang tidak seharusnya diikuti.
Sebaliknya, ia mengajak seluruh bagian dalam ekosistem Ethos untuk mempertahankan standar kerja dan nilai yang telah dibangun.
“Kita hadir di sini karena bersungguh-sungguh untuk berresonansi bersama pada nilai-nilai yang unggul, nilai-nilai yang bisa membawa kemanfaatan bagi seluruh rakyat Indonesia, syukur-syukur umat manusia. Amin,” terangnya.
Direktur Utama PT Ethos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztyo, membawa Resonance 2026 ke konteks perjalanan internal perusahaan.
Ia menyebut satu tahun terakhir menjadi periode yang diwarnai perubahan dan penyesuaian. Tidak semua proses tersebut berlangsung nyaman bagi seluruh pihak.
“Dalam setahun ini saya meyakini bahwa Teman-teman Ethos, baik di MKI maupun Teman-teman di luar sana, telah mengalami banyak perubahan, banyak penyesuaian, banyak ketidaknyamanan,” ujar Lucky.
Lucky mengatakan manajemen berupaya melakukan perbaikan, termasuk dalam komunikasi dan pola kerja. Ia mengakui proses tersebut membutuhkan waktu.
“Karena sekali lagi bahwa memperbaiki perusahaan itu membutuhkan waktu,” jelasnya.
Menurut Lucky, komunikasi antara jajaran bawah dan atas juga mulai menunjukkan perkembangan yang lebih positif.
Ia berharap perubahan tersebut terus berlanjut dan membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik.
Tema Rise Beyond, Upgrade Your Mind, Lead Your Way kemudian menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.
Pesan tentang nilai dan budaya kemudian berlanjut dalam sesi talkshow bersama Pandji Pragiwaksono.
Pandji mengambil contoh perubahan yang terjadi di Timnas Indonesia.
Ia membandingkan budaya para pemain pada masa lalu dengan kondisi yang berkembang saat ini.
Menurutnya, perubahan kebiasaan dalam hal disiplin, pola hidup, nutrisi, tidur hingga latihan dapat berpengaruh terhadap kemampuan sebuah tim untuk mencapai target.
Dari situ, Pandji menyampaikan satu kalimat yang menjadi inti pembahasannya. “Budaya adalah takdir,” jelasnya.
Ia menilai budaya yang dibangun secara konsisten dapat membantu seseorang maupun organisasi menjemput tujuan yang diinginkan.
Sebagai informasi, Ethos Resonance 2026 diikuti oleh ratusan karyawan dari berbagai kantor yakni Purwokerto, Cilacap, hingga Jakarta serta mitra perusahaan.