
SERAYUNEWS – Fakta baru muncul terkait carut marutnya event jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-80 Kabupaten Banyumas 24 Agustus 2025.
Modal awal untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, Bos Event Organizer selaku EO yang menghadle acara tersebut, tidak memiliki modal.
Mereka meminjam uang senilai Rp 70 juta, kepada Owner Big Travel Cabang Purwokerto.
Owner Lina Diah Novitasari menceritakan, panitia acara HUT ke-80 Banyumas mendatangi kantornya dan bertemu dengan suaminya, Daryanto.
Mereka adalah Sena (Pemilik Bos Event Organizer), Dimas (Ketua Pelaksana), dan seorang teman Sena yang telah kenal dengan Daryanto.
Mereka meminta bantuan dana untuk penyelenggaraan acara jalan sehat di Menara Teratai, Purwokerto.
“Panitia datang ke sini, ketemu suami saya, Pak Daryanto. Mereka minta tolong untuk pinjaman dana, bukan mengajak sebagai panitia. Katanya nanti Big Travel dilibatkan karena ada hadiah umroh, dan pemenangnya akan diberangkatkan lewat Big Travel,” kata Lina, Kamis (12/02/2026) sore.
Lina sempat menolak hal tersebut. Sebab, dia merasa janggal, even yang membawa embel-embel Pemkab, tidak ada moda. Namun, berbeda dengan suaminya, Daryanto, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya tetap memberikan pinjaman.
“Saya sempat menolak. Event sebesar itu pakai brand Pemda, kok tidak ada dana, malah mau pinjam uang untuk operasional awal seperti cetak tiket. Menurut saya itu riskan,” katanya.
Pinjaman diberikan secara bertahap. Pertama Rp 35 juta, kedua Rp 35 juta juga. Panitia bilang uang tersebut untuk mencetak tiket.
Selanjutnya, panitia kembali meminta talangan dana. Informasinya untuk mendatangkan unit mobil Brio ke Pendopo Kabupaten dan di venue acara.
Semua pinjaman tersebut tertuang dalam surat perjanjian, yang ditandangani oleh panitia atas nama Dimas dan Sena.
“Semua ada bukti-buktinya, kwitansi dan surat perjanjian ada,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, panitia kembali meminta bantuan untuk pembuatan seperti kaos dan tas hoodie.
“Kami diminta bantu cetak kaos Rp20 juta, lalu tas hoodie Rp2 juta 80 ribu. Big Travel mengeluarkan dana untuk itu semua. Bahkan untuk tenda booth kami juga bayar sendiri Rp3,5 juta,” kata Lina.
Lebih lanjut Lina menyampaikan, pra acara, panitia kerap melangsungkan rapat dan koordinasi di tempatnya. Termasuk juga memberikan konsumsi.
Ia mengaku percaya pada acara tersebut karena menggunakan logo pemerintah daerah dan pejabat.
“Saya pikir ini acara Pemkab Banyumas, karena ada logo bupati dan sekda. Bahkan sempat ada rencana buat ke depan ada promo umroh bersama sekda,” katanya.
Total pinjaman tersebut disertai perjanjian pengembalian satu minggu setelah acara.
“Total pinjaman Rp70 juta ditambah Rp15 juta DP mobil. Itu jelas pinjaman, bukan sponsor. Ada komitmen pengembalian satu minggu setelah acara,” ujarnya.
Namun hingga kini, uang tersebut belum dikembalikan. Lina mengaku sudah berkonsultasi terkait langkah hukum, meski sebelumnya masih mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Sudah konsultasi. Awalnya kami tahan dulu karena mau diselesaikan kekeluargaan. Katanya sedang diusahakan, mau jual rumah,” katanya.
Diketahui acara ini menjadi perhatian publik setelah pemenang undian mobil, hingga lima bulan berlalu belum juga mendapatkan mobilnya. Pemenang umroh pun belum diberangkatkan umroh.