
SERAYUNEWS – Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh fenomena munculnya lubang amblas atau sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Keunikan dari lubang raksasa ini bukan hanya pada ukurannya yang mencapai diameter 10 meter, melainkan munculnya air yang sangat jernih dari dasar lubang.
Kejernihan ini lantas memicu gelombang kedatangan warga dari berbagai daerah yang meyakini bahwa air tersebut memiliki khasiat penyembuhan atau bersifat keramat. Namun, apa sebenarnya kandungan di dalam air tersebut menurut pandangan ilmiah?
Sejak kemunculannya pada 4 Januari 2026, ratusan orang telah mendatangi lokasi di Jorong Tapi. Banyak pengunjung yang membawa jeriken dan botol untuk membawa pulang air tersebut.
Mereka beranggapan bahwa air yang muncul secara tiba-tiba dari perut bumi memiliki “kekuatan” khusus.
Bahkan, di media sosial, air ini dijuluki sebagai air sakti yang bisa mengobati berbagai penyakit, meski klaim ini belum memiliki dasar medis sama sekali.
Tim ahli dari Badan Geologi Bandung dan Dinas ESDM Sumatera Barat telah melakukan kajian di lokasi. Secara ilmiah, kejernihan air tersebut bukanlah sebuah keajaiban mistis. Lokasi sinkhole berada di kawasan karst yang kaya akan batuan kapur.
“Batu kapur mengandung kalsium karbonat yang secara alami berfungsi sebagai penyaring (filter) air.
Inilah alasan mengapa air bawah tanah yang naik ke permukaan tampak sangat bening dan sejuk,” jelas para ahli geologi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, air sinkhole memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 5,4. Sebagai perbandingan, pH air minum normal yang layak konsumsi berada di kisaran 6 hingga 7.
Wali Jorong Tapi, Salmi, menegaskan bahwa anggapan air tersebut adalah air keramat merupakan informasi yang keliru.
Air tersebut adalah air bawah tanah biasa yang jalurnya terbuka akibat runtuhnya lapisan tanah.
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air tersebut mengandung zat khusus yang bisa berfungsi sebagai obat.
Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah percaya pada isu-isu tidak berdasar yang beredar di TikTok atau Instagram.
Secara geologis, area tersebut memiliki sistem sungai bawah tanah. Lahan persawahan di atasnya bertindak sebagai “atap”.
Ketika terjadi pelarutan batu kapur oleh air secara terus-menerus, atap tersebut kehilangan kekuatannya dan ambruk, menciptakan lubang dengan kedalaman 5 hingga 6,5 meter.
Saat atap runtuh, air sungai bawah tanah yang tertekan kemudian naik ke permukaan memenuhi lubang tersebut.
Demikian informasi tentang penjelasan keamanan air sinkhole untuk dikonsumsi.***