
SERAYUNEWS – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama ditetapkan mulai Kamis, 19 Februari 2026, perhatian para aparatur negara tertuju pada kepastian pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).
Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri menjadi kelompok yang dipastikan akan menerima hak tersebut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR tahun 2026.
Dana tersebut masuk dalam proyeksi belanja negara pada triwulan pertama 2026 dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan aparatur negara sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Idulfitri.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa penyaluran THR tahun ini ditargetkan mulai pekan pertama Ramadan.
Dengan awal puasa jatuh pada 19 Februari 2026, maka pencairan berpotensi berlangsung antara 19 hingga 26 Februari 2026.
Meski demikian, hingga kini pemerintah belum merilis tanggal pasti pencairan. ASN, TNI, dan Polri masih menunggu aturan teknis yang biasanya tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.
Sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya pencairan THR dilakukan di pertengahan Ramadan.
Tahun ini, pemerintah memberi sinyal penyaluran bisa dilakukan lebih awal agar aparatur negara memiliki waktu yang cukup untuk mengatur kebutuhan selama bulan puasa hingga Lebaran.
Walaupun angka resmi belum diumumkan, estimasi besaran THR dapat diperkirakan dari struktur gaji pokok ASN terbaru. Secara umum, rentang nominalnya diproyeksikan sebagai berikut:
Golongan I
Golongan II
Golongan III
Golongan IV
Nominal tersebut masih berupa perkiraan karena total akhir akan bergantung pada tambahan tunjangan melekat dan tunjangan kinerja yang diterima masing-masing pegawai.
Pemberian THR tidak hanya dimaknai sebagai hak pegawai, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas.
Pemerintah menilai pencairan THR menjelang Idulfitri mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi nasional.
Belanja kebutuhan pokok, pakaian, transportasi mudik, hingga konsumsi rumah tangga biasanya meningkat signifikan saat Ramadan dan menjelang Lebaran.
Dengan pencairan yang lebih awal, diharapkan konsumsi masyarakat dapat terdistribusi lebih merata sepanjang bulan puasa.
Meskipun proyeksi pencairan sudah disampaikan, ASN, TNI, dan Polri tetap diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait tanggal final penyaluran. Informasi resmi akan diumumkan melalui kanal pemerintah dan kementerian terkait.
Kepastian jadwal dan besaran THR menjadi momentum penting bagi aparatur negara untuk merencanakan kebutuhan keluarga selama Ramadan dan menyambut Idulfitri 2026.
Dengan anggaran yang telah disiapkan, pemerintah berharap proses pencairan berjalan lancar dan tepat waktu.***