
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Festival Gunung Slamet (FGS) #9 resmi dibuka di kawasan wisata D’Las Serang, Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026).
Memasuki tahun kesembilan penyelenggaraan, festival ini kembali menjadi ruang pertemuan antara budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan tradisi masyarakat lereng Gunung Slamet.
Sejak pagi, ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu (5/7/2026).
Berbagai agenda menarik telah disiapkan, mulai dari ritual adat, pertunjukan seni, kirab budaya, pameran UMKM, hingga atraksi khas Perang Tomat yang selalu menjadi penutup paling dinantikan.
Prosesi pembukaan Festival Gunung Slamet #9 berlangsung pada Jumat siang dan diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, pelaku wisata, komunitas, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Festival tahun ini mengusung tema “Nature and Culture”, yang mencerminkan semangat menghubungkan kekayaan budaya masyarakat dengan kelestarian alam di kawasan lereng Gunung Slamet.
Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, festival ini juga bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, memperkenalkan potensi desa wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Purbalingga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Festival Gunung Slamet yang ke-9 ini merupakan bagian dari kalender megah Karisma Event Nusantara. Semoga seluruh rangkaian diberi kelancara dan kemudahaan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan tradisi Bersih Desa dan Kenduri sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Suasana kemudian semakin meriah melalui Morning Beat Fest dan dilanjutkan dengan Opening Ceremony sebagai penanda dimulainya Festival Gunung Slamet #9 secara resmi.
Selain itu, sejumlah agenda budaya lainnya juga digelar pada hari pertama, di antaranya Gelar Budaya Desa Wisata, Komunitas Kopi, Malam Bermunajat, Pameran UMKM dan produk ekonomi kreatif.
Festival Gunung Slamet telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata unggulan di Kabupaten Purbalingga. Keberadaannya tidak hanya memperkuat pelestarian budaya lokal, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ribuan pengunjung yang datang setiap tahun menjadi peluang bagi pelaku UMKM, pengelola homestay, pedagang kuliner, hingga pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan pendapatan.
Sebagai bagian dari kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN), Festival Gunung Slamet juga diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Purbalingga sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan alam di Jawa Tengah.
Melalui penyelenggaraan Festival Gunung Slamet #9, potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat lereng Gunung Slamet diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan pada tahun-tahun mendatang.