
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Unggahan media sosial mengenai aksi Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mendadak jadi sorotan publik dan viral di berbagai platform.
Dalam unggahan yang beredar luas, terlihat potongan gambar sepatu sekolah sederhana yang dibagikan kepada ratusan murid.
Langkah Bupati Fahmi yang memilih membelanjakan seluruh gaji dan tunjangan pribadinya demi membelikan sepatu sekolah baru bagi anak-anak kurang mampu menuai banyak pujian.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian yang menyentuh langsung akar rumput.
Inisiatif yang diluncurkan oleh kepala daerah ini dikenal sebagai gerakan “Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan”. Melalui gerakan ini, sebanyak 100 pasang sepatu sekolah gratis diserahkan secara bertahap kepada para siswa di beberapa sekolah.
Seluruh sumber dana murni berasal dari alokasi gaji dan tunjangan bupati secara pribadi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata untuk membantu warga yang membutuhkan serta memastikan perlengkapan sekolah anak-anak tetap layak pakai.
Unggahan mengenai pembagian sepatu gratis dari gaji pribadi pejabat tersebut dibanjiri ribuan tanggapan positif dari warganet. Banyak yang merasa kagum dan tersentuh oleh keteladanan yang ditunjukkan pimpinan daerah Purbalingga tersebut.
Salah satu komentar netizen di kolom komentar unggahan tersebut mengungkapkan rasa apresiasinya:
“Kita apresiasi yang baik2 nya guysss biar banyak yang terinspirasi pejabat diseluruh negeri ini, bukan yang terinspirasi nya korupsi mulu,” tulis akun @amyzahr yang disukai oleh lebih dari seribu pengguna lainnya.
Netizen berharap aksi positif ini dapat menular dan menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya di Indonesia.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk menjaga semangat belajar anak-anak agar tidak luntur akibat keterbatasan fasilitas atau perlengkapan sekolah yang tidak layak.
Bagi pemerintah daerah, sepatu sekolah adalah simbol harapan dan dorongan agar para siswa berani bermimpi tinggi.
Sebagai rencana pengembangan, aksi bantuan perlengkapan sekolah ini direncanakan untuk diperluas kembali pada bulan Oktober mendatang melalui agenda lanjutan bertajuk Program Purbalingga Gotong Royong.
Program ini nantinya akan mencakup penyediaan peralatan sekolah, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga sanitasi warga secara bertahap.