
SERAYUNEWS – Kekacauan melanda Timnas Italia usai gagal lolos ke Piala Dunia FIFA 2026. Kekalahan dramatis dari Timnas Bosnia & Herzegovina lewat adu penalti menjadi pukulan telak bagi Gli Azzurri.
Tak butuh waktu lama, Gennaro Gattuso langsung mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi pelatih. Namun hingga kini, FIGC belum juga menentukan siapa sosok pengganti yang akan memimpin kebangkitan Italia.
Meski belum ada keputusan resmi, sejumlah nama besar langsung mencuat. Siapa saja kandidatnya?
1. Simone Inzaghi – Spesialis Final Eropa
Nama Simone Inzaghi jadi salah satu yang paling santer dibicarakan. Saat ini ia menangani Al-Hilal, namun reputasinya dibangun saat melatih Inter Milan.
Ia sukses membawa Inter ke final Liga Champions UEFA 2023—pencapaian yang sudah lama tak diraih klub tersebut. Meski belum punya pengalaman di timnas, kualitasnya di level klub tak perlu diragukan.
2. Roberto Mancini – Sosok Lama, Harapan Baru?
Nama lama kembali muncul. Roberto Mancini disebut-sebut bisa kembali menukangi Italia.
Mantan pelatih Manchester City ini dikenal sebagai sosok revolusioner yang mengubah gaya bermain Italia menjadi lebih modern dan menyerang, meninggalkan filosofi klasik catenaccio.
Pengalaman dan jam terbangnya jelas menjadi nilai plus, meski usianya kini sudah tidak muda lagi.
3. Antonio Conte – Mesin Mental Juara
Nama Antonio Conte juga masuk radar. Saat ini ia masih melatih Napoli, namun dianggap sebagai sosok ideal untuk mengangkat mental juara Italia.
Dengan karakter tegas dan disiplin tinggi, Conte diyakini mampu membangun kembali identitas kuat Gli Azzurri. Tapi, pertanyaannya: maukah ia meninggalkan klubnya sekarang?
4. Massimiliano Allegri – Kandidat “Diam-Diam Mematikan”
Nama terakhir yang tak kalah menarik adalah Massimiliano Allegri. Saat ini ia melatih AC Milan dan sukses membawa timnya bersaing di papan atas Serie A.
Meski belum pernah menangani timnas, Allegri beberapa kali disebut tertarik dengan proyek besar bersama Italia. Gaya pragmatisnya bisa jadi solusi cepat untuk tim yang sedang krisis.
Kini, keputusan ada di tangan FIGC. Apakah mereka akan memilih pelatih berpengalaman? Atau mengambil risiko dengan wajah baru?