
SERAYUNEWS-Sepak bola Italia sepertinya memang sedang sendu. Dirundung mendung yang tak berkesudahan. Setelah timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, para wakil Italia di ajang kompetisi klub Eropa terancam habis.
Timnas Italia seperti diketahui gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di fase playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Itu adalah tiga kegagalan secara beruntun yang dialami Italia.
Kegagalan sepak bola Italia tidak hanya terlihat di timnas, tapi klub dari Italia yang main di Eropa terancam habis. Di ajang Liga Champions musim ini, sudah tidak ada wakil dari Italia. Wakil Italia yang terakhir adalah Atalanta yang babak belur di fase 16 besar. Atalanta dibobol 10 gol oleh Bayern Munchen dalam dua leg dan hanya bisa membuat dua gol.
Kini, di Liga Europa dan Conference League, dua wakil Italia menemui masa suram. Bologna adalah satu-satunya wakil Italia yang tersisa di ajang Liga Europa atau kasta kedua ajang klub di benua Eropa. Di leg pertama perempatfinal, Bologna yang main di kandang sendiri digebuk tak berdaya oleh Aston Villa, Jumat (10/4/2026).
Main di kandang sendiri, Bologna kalah 1-3. Gol Aston Villa dibuat Ezri Kona dan dua gol Ollie Watkins. Sementara Bologna yang main di hadapan pendukungnya sendiri hanya membuat satu gol melalui Jon Rowe.
Di leg kedua pada 17 Aprl 2026 dini hari WIB, Bologna akan bertamu di kandang Aston Villa, Villa Park. Memang masih mungkin bagi Bologna untuk membalikkan keadaan. Tapi situasinya tentu tidak mudah. Dengan defisit dua gol dan akan main di kandang lawan, tentu bukan perkara gampang bagi anak asuh Vincenzo Italiano tersebut.
Klub lain yang jadi harapan Italia di Eropa adalah Fiorentina. Tapi, setali tiga uang dengan Bologna, Fiorentina morat-marit melawan klub Inggris Crystal Palace di babak perempatfinal leg pertama Conference League, Jumat (10/4/2026).
Tiga gol Palace dibuat Jean Mateta, Tyrick Mitchell, dan Ismaila Sarr. Fiorentina tidak hanya kalah skor, tapi juga kalah dalam jumlah ancaman. Dari data flashscore, Fiorentina hanya dua kali membuat tembakan tepat sasaran, tapi Palace membuat enam tembakan tepat sasaran.
Di ajang kasta ketiga di Eropa itu, Fiorentina masih memiliki kans untuk melaju. Tapi di leg kedua ketika main di kandang sendiri, Fiorentina harus menang dengan selisih empat gol. Tentu saja, itu tidak mudah!