
SERAYUNEWS – Gempa bumi lokal bermagnitudo 2,2 mengagetkan warga di wilayah Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Senin (23/3/2026) pukul 11.08 WIB.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, BPBD Banjarnegara memastikan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan data BMKG Banjarnegara, episentrum gempa berada di koordinat 7,31 LS dan 109,67 BT dengan kedalaman 5 kilometer, atau sekitar 12 kilometer di utara Banjarnegara.
Kepala BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh pergeseran lapisan batuan pada sesar berskala kecil.
“Memang terjadi gempa akibat adanya pergeseran lapisan batuan, tetapi pergerakannya sangat kecil dan tidak terekam dalam seismograf,” ujarnya.
Hingga Selasa, belum ada laporan maupun temuan kerusakan akibat gempa tersebut. Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang berpotensi membahayakan.
BPBD juga terus melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait guna memastikan kondisi tetap aman.
Kepala Desa Paweden, Harno, membenarkan adanya gempa yang dirasakan warga.
“Gempa terjadi sejak Minggu 22 Maret kemarin, bahkan gempa terjadi beberapa kali hingga malam hari, dan warga kembali merasakan gempa pada Senin sekitar pukul 11.30 WIB,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah warga mendengar suara gemuruh menyerupai suara sapi menderu sebelum getaran terasa.
Saat gempa terjadi, warga di wilayah Paweden bagian atas Sungai Paweden hingga arah Slatri dan sebagian Sampang sempat panik.
Hasil pengecekan warga menemukan adanya longsoran tanah di sekitar Curug Banteng yang masuk ke kedung.
Namun demikian, tidak ditemukan kerusakan pada rumah warga maupun rekahan tanah di area permukiman.
“Sebenarnya fenomena ini sudah pernah terjadi pada 2017 lalu. Kemarin, warga juga sudah melakukan pengecekan dan tidak ada kerusakan, baik rumah maupun rekahan tanah di sekitar permukiman warga,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Jika terjadi gempa susulan, warga diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman dan melaporkan kejadian kepada pemerintah setempat.