
SERAYUNEWS – Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas (STT Migas) Cilacap menggelar Workshop Reservoir Management selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STT Migas Cilacap ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan reservoir migas secara terintegrasi, mulai dari konsep dasar hingga penerapan di dunia industri.
Pembukaan workshop pada Selasa (16/6/2026) dihadiri Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.
Ketua STT Migas Cilacap, Andi Wijaya, mengatakan workshop tersebut telah lama direncanakan dan akhirnya dapat terlaksana dengan menghadirkan pakar sekaligus praktisi migas dari ITB, Dr. Rinaldi Imran, sebagai narasumber utama.

Andi menjelaskan, sekitar 40 mahasiswa STT Migas Cilacap mengikuti pelatihan yang mencakup berbagai materi penting, mulai dari konsep dasar reservoir management, akuisisi dan analisis data reservoir, evaluasi dan karakterisasi reservoir, perhitungan cadangan, pemodelan dan simulasi reservoir, hingga studi kasus dan aplikasi di industri migas.
“Materi manajemen reservoir ini sangat dibutuhkan sebagai bekal mahasiswa sebelum lulus. Berdasarkan pengalaman kami sebagai praktisi, ilmu reservoir management sering menjadi materi yang ditanyakan saat proses wawancara kerja di industri migas,” kata Andi.
Menurutnya, manajemen reservoir merupakan ilmu yang mempelajari seluruh siklus pengelolaan migas, mulai dari perhitungan cadangan, proses produksi, hingga analisis keuntungan dan kerugian dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas.
“Ini materi yang sangat menarik karena dari awal cadangan dihitung, kemudian diproduksi hingga menghasilkan minyak atau BBM. Di situ juga dihitung aspek ekonominya, sehingga menjadi ilmu yang sangat penting bagi calon tenaga kerja migas,” ujarnya.

Selain membahas pengelolaan reservoir, workshop juga menyinggung isu lingkungan yang kini menjadi perhatian global, yakni potensi hutan mangrove sebagai penyerap karbon.
Andi menyebut keberadaan mangrove di wilayah Cilacap memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari program carbon storage.
“Ada isu menarik yang disampaikan Pak Rinaldi terkait potensi mangrove di Cilacap untuk carbon storage. Saat ini isu lingkungan sedang berkembang pesat dan keberadaan mangrove sangat penting untuk menangkap CO2,” jelasnya.
Ia berharap ke depan STT Migas dapat mengembangkan kajian yang mengintegrasikan ilmu migas dengan isu keberlanjutan lingkungan
Sugeng: Management Reservoir Jadi Kunci Peningkatan Produksi Migas
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto menilai workshop tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi generasi muda di sektor energi.
“Workshop ini secara khusus membahas management reservoir yang merupakan salah satu inti dari upaya meningkatkan produksi migas nasional. Mulai dari pengelolaan blok migas sejak eksplorasi hingga produksi akan dipelajari secara detail,” ujar Sugeng.
Menurutnya, lulusan STT Migas Cilacap memiliki peluang besar untuk berkiprah di berbagai sektor industri energi, baik di lapangan produksi migas hulu maupun industri pengolahan seperti Kilang Cilacap.
“Kemampuan teknis dan nonteknis yang diperoleh mahasiswa akan menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke industri. Apalagi Cilacap memiliki kilang terbesar di Indonesia saat ini dengan kapasitas sekitar 345 ribu barrel per hari dan menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan nasional,” katanya.
Sugeng berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang minyak dan gas bumi yang masih menjadi sektor strategis bagi ketahanan energi nasional.