
YOGYAKARTA, SERAYUNEWS – Gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis (20/8/2026) sore. Gempa Bantul tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WIB dan getarannya dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah, termasuk Klaten.
Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki kekuatan Magnitudo 3,5 dengan pusat gempa berada di darat.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa tersebut memiliki kekuatan awal Magnitudo 3,6.
BMKG mencatat gempa terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 17:20:57 WIB.
Pada parameter terbaru, episenter gempa berada di koordinat 7,88 Lintang Selatan (LS) dan 110,45 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 21 kilometer.
Lokasi episenter berada di wilayah daratan sekitar Bantul.
Sebelumnya, parameter awal BMKG menunjukkan koordinat 7,94 LS dan 110,45 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Setelah proses pemutakhiran data, BMKG memperbarui kekuatan, koordinat, dan kedalaman gempa.
“Gempa magnitudo 3,5 pada Kamis (20/8/2026) pukul 17.20 WIB, Lok:7.88 LS, 110.45 BT,” tulis BMKG.
Guncangan gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah DIY. Laporan yang beredar menyebut getaran terasa di Yogyakarta, Bantul, Sleman, hingga Gunungkidul.
Berdasarkan parameter terbaru BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Bantul dan II MMI di Klaten.
Skala III MMI menunjukkan getaran terasa cukup nyata di dalam rumah. Pada intensitas tersebut, benda-benda ringan yang tergantung juga dapat ikut bergoyang.
Sementara itu, skala II MMI umumnya menunjukkan getaran yang dirasakan oleh sebagian orang, terutama ketika berada di dalam bangunan.
Hingga informasi terbaru tersedia, belum terdapat laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
Gempa juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena episenternya berada di daratan dan magnitudonya relatif kecil.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada apabila kembali merasakan guncangan.
Masyarakat disarankan tetap tenang ketika merasakan gempa. Segera lindungi diri dari benda yang berpotensi jatuh dan pilih lokasi yang aman.
Jika berada di dalam rumah, jauhi kaca, lemari, atau benda berat yang dapat roboh. Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi sekitar sebelum keluar dari bangunan.
Masyarakat juga sebaiknya memperoleh informasi perkembangan gempa melalui BMKG dan lembaga resmi lainnya untuk menghindari informasi yang belum terverifikasi.