SERAYUNEWS – Harga emas batangan bersertifikat keluaran PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencatat kenaikan yang cukup mencolok pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Harga per gram naik Rp 16.000 menjadi Rp 1.980.000, dibandingkan sehari sebelumnya di Rp 1.964.000.
Tak hanya itu, harga buyback, harga yang berlaku saat emas dijual kembali ke Antam, juga terkerek Rp 17.000 per gram, sehingga berada di level Rp 1.827.000.
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp 153.000 per gram.
Kenaikan harga emas pada akhir Agustus ini bertepatan dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan.
Gejolak demonstrasi nasional yang sempat terjadi beberapa hari terakhir membuat banyak investor mencari aset aman.
Di tengah melemahnya rupiah dan penurunan indeks saham, emas menjadi salah satu instrumen yang paling dicari karena sifatnya sebagai pelindung nilai (safe haven).
Meski kenaikan hari ini belum menyamai rekor tertinggi yang pernah dicapai emas Antam pada April 2025 di kisaran Rp 2.039.000 per gram, tren ini menunjukkan bahwa emas tetap menarik perhatian di saat situasi ekonomi terasa goyah.
Lonjakan harga beberapa hari terakhir juga memperkuat dugaan bahwa emas masih akan menjadi instrumen pilihan utama saat gejolak politik dan ekonomi berlangsung.
Harga emas Antam bervariasi tergantung ukuran berat. Berikut detail harga dasar per hari ini, sebelum dan sesudah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25%:
Berat | Harga Dasar | Harga + PPh 0,25% |
0,5 g | Rp1.040.000 | Rp1.042.600 |
1 g | Rp1.980.000 | Rp1.984.950 |
2 g | Rp3.900.000 | Rp3.909.750 |
3 g | Rp5.825.000 | Rp5.839.563 |
5 g | Rp9.675.000 | Rp9.699.188 |
10 g | Rp19.295.000 | Rp19.343.238 |
25 g | Rp48.112.000 | Rp48.232.280 |
50 g | Rp96.145.000 | Rp96.385.363 |
100 g | Rp192.212.000 | Rp192.692.530 |
250 g | Rp480.265.000 | Rp481.465.663 |
500 g | Rp960.320.000 | Rp962.720.800 |
1 kg | Rp1.920.600.000 | Rp1.925.401.500 |
Daftar di atas menjadi acuan bagi pembelian emas langsung di gerai Logam Mulia.
Penting diingat, harga emas di pasaran dapat berbeda tipis, tergantung pada ketersediaan dan lokasi pembelian.
Salah satu cara untuk mengukur menarik atau tidaknya investasi emas adalah dengan membandingkan harga beli di masa lalu dengan harga jual saat ini.
Berikut simulasi keuntungan atau kerugian jika emas yang dibeli pada beberapa tanggal tertentu dijual pada 30 Agustus 2025:
Data tersebut memperlihatkan, keuntungan baru terasa signifikan jika emas disimpan dalam jangka menengah hingga panjang.
Sebaliknya, membeli emas hanya beberapa pekan sebelum harga naik sering kali belum mampu menutup selisih harga jual dan buyback.
Inilah alasan mengapa emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen simpanan jangka panjang, bukan alat spekulasi jangka pendek.
Konteks sosial politik ikut memberi pengaruh pada harga emas.
Gelombang demonstrasi besar-besaran pada pekan terakhir Agustus 2025 membuat banyak investor mengalihkan asetnya dari pasar saham atau obligasi ke emas.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa logam mulia masih menjadi aset lindung nilai yang efektif di tengah ketidakpastian.
Bagi Anda yang berencana masuk ke pasar emas, pemahaman mengenai perbedaan harga jual dan buyback menjadi hal krusial.
Tanpa kalkulasi matang, peluang untung bisa berubah menjadi rugi, terutama dalam periode singkat.
Sebaliknya, jika mampu bersabar menyimpan emas dalam jangka waktu panjang, tren historis menunjukkan logam mulia ini cenderung terus menguat.***