
SERAYUNEWS-Kepolisian Resor Banjarnegara menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di depan Mapolres Banjarnegara, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah akhir pengecekan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Banjarnegara bersama Dandim 0704 Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, serta beberapa unsur lintas sektor yang akan mendukung pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.
Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto mengatakan, Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung kegiatan deteksi dini serta penegakan hukum.
“Operasi Ketupat Candi merupakan operasi terpusat untuk mengamankan rangkaian mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” ujarnya.
Menurutnya, sasaran pengamanan tidak hanya arus mudik dan balik, tetapi juga tempat wisata, tempat ibadah, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta pengendalian bahan pokok penting.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, sebanyak 680 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari anggota Polri dan berbagai instansi terkait yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis di wilayah Banjarnegara.
“Personel gabungan ini akan melakukan pengamanan agar seluruh aktivitas masyarakat selama Lebaran, baik beribadah, mudik maupun berwisata dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” katanya.
Dalam operasi ini, Polres Banjarnegara juga mendirikan enam pos pengamanan yang terdiri dari satu pos terpadu, tiga pos pengamanan, dan dua pos pelayanan.
Pos terpadu akan ditempatkan di Alun-alun Banjarnegara. Sementara pos pengamanan berada di Klampok, Mandiraja, dan Sigaluh. Sedangkan pos pelayanan disiapkan di Terminal Induk Banjarnegara dan kawasan wisata Dieng.
Kapolres menegaskan, apel gelar pasukan ini menjadi tahap akhir pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana sebelum operasi pengamanan dimulai.
“Melalui apel ini kita memastikan seluruh personel dan fasilitas pendukung siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Candi. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan agar pengamanan perayaan Idulfitri dapat berjalan maksimal.
“Seluruh instansi harus bekerja bersama dan saling mendukung agar Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan sukses dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman,” ujarnya.