
JAWA TIMUR, SERAYUNEWS – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Minggu, (06/09/2026).
Aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat puluhan aktivitas kegempaan Gunung Semeru selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Selain erupsi Semeru, sejumlah gunung api di Indonesia juga mengalami aktivitas erupsi pada periode yang sama. Badan Geologi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gunung-gunung api tersebut.
Badan Geologi mencatat 31 gempa letusan atau erupsi selama enam jam pengamatan pada Minggu pagi hingga siang.
Selain itu, petugas mencatat tiga gempa guguran, tiga gempa hembusan, tiga gempa harmonik, dan dua gempa tektonik jauh.
“Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi pada Level III (Siaga), ditandai 31 gempa letusan/erupsi, 3 gempa guguran, 3 gempa hembusan, 3 gempa harmonik, dan 2 gempa tektonik jauh,” tulis akun Threads resmi Badan Geologi Kementerian ESDM @badan.geologi pada Minggu, (06/09/2026).
Data kegempaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan aktivitas Gunung Semeru yang dilakukan Badan Geologi.
Erupsi Gunung Semeru juga terjadi pada Minggu pagi. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.
Erupsi tersebut tercatat sekitar pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.
Aktivitas erupsi tersebut berlangsung ketika Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Badan Geologi menetapkan sejumlah wilayah yang perlu dihindari masyarakat selama aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III.
“Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi Badan Geologi dengan tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, dalam radius 5 km dari kawah, serta tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru,” pungkasnya.
Rekomendasi tersebut mencakup sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Badan Geologi juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Aktivitas Gunung Semeru pada Minggu, 6 September 2026 berlangsung bersamaan dengan erupsi sejumlah gunung api lainnya di Indonesia.
Informasi yang beredar menyebut Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Lewotobi juga mengalami erupsi pada periode tersebut.
Aktivitas masing-masing gunung api dipantau oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Fenomena erupsi beberapa gunung api dalam waktu berdekatan sebelumnya juga terjadi pada akhir Agustus 2026. Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi pada gunung-gunung tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan pemicu satu sama lain.
Hingga periode pengamatan Minggu, 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga.
Badan Geologi meminta masyarakat mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan, termasuk menjauhi sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak dan radius 5 kilometer dari kawah.
Masyarakat juga diminta memperhatikan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru.