
SERAYUNEWS – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau yang dikenal dengan emas Antam terpantau melemah pada Selasa, 3 Maret 2026.
Koreksi ini sekaligus mengakhiri tren kenaikan yang terjadi selama empat hari berturut-turut.
Berdasarkan informasi terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini turun Rp13.000 per gram menjadi Rp3.122.000.
Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya, Senin (2/3/2026), harga sempat melonjak cukup signifikan sebesar Rp50.000 ke posisi Rp3.135.000 per gram.
Jika Anda mengikuti pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir, fluktuasi ini terbilang cukup tajam.
Bahkan pada Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam sempat melejit Rp40.000 hingga menyentuh Rp3.085.000 per gram.
Artinya, meski hari ini terkoreksi, tren besar emas sepanjang awal tahun masih menunjukkan performa yang sangat kuat.
Secara year to date (ytd), harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan impresif.
Pada 1 Januari 2026, harga emas Antam tercatat di level Rp2.488.000 per gram.
Kini, di awal Maret 2026, harganya sudah berada di kisaran Rp3,1 jutaan per gram.
Dengan demikian, dalam waktu sekitar dua bulan, kenaikannya mencapai kurang lebih 25 persen.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati investor, terutama saat ketidakpastian ekonomi global meningkat.
Meski demikian, harga hari ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Rekor tersebut tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp3.168.000 per gram. Selisihnya dengan harga saat ini sekitar Rp46.000 per gram.
Bagi Anda yang sudah membeli emas di awal tahun, kenaikan ini tentu memberikan potensi keuntungan yang menarik.
Namun, bagi calon pembeli, koreksi hari ini bisa menjadi momen untuk mempertimbangkan akumulasi secara bertahap.
Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penyesuaian.
Pada Selasa (3/3/2026), harga buyback turun Rp13.000 menjadi Rp2.901.000 per gram.
Harga buyback ini adalah nilai yang akan Anda terima jika menjual kembali emas batangan ke Antam.
Selisih antara harga jual dan buyback memang cukup signifikan, sehingga emas lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang, bukan untuk trading jangka pendek.
Perlu Anda ketahui, transaksi jual beli emas batangan dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan kembali dengan nominal lebih dari Rp10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback ini langsung dipotong dari total nilai yang Anda terima.
Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22.
Berikut daftar harga emas batangan Antam per Selasa (3/3/2026), belum termasuk pajak:
Dari daftar tersebut, Anda bisa melihat bahwa semakin besar ukuran pembelian, harga per gramnya relatif lebih efisien dibandingkan pecahan kecil seperti 0,5 gram.
Pergerakan harga emas dipengaruhi banyak faktor, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga emas dunia, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga tensi geopolitik global.
Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat atau pasar saham bergejolak, investor cenderung beralih ke emas sebagai aset aman. Inilah yang mendorong lonjakan harga signifikan sejak awal 2026.
Namun, saat terjadi aksi ambil untung (profit taking), harga bisa terkoreksi seperti yang terjadi hari ini.
Koreksi Rp13.000 ini secara persentase sebenarnya tidak terlalu besar dibanding kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Bagi Anda yang berencana berinvestasi emas, ada beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:
Dengan tren kenaikan sekitar 25 persen sejak awal tahun, emas Antam tetap menunjukkan performa solid.
Meski hari ini terkoreksi, secara keseluruhan logam mulia masih berada di jalur penguatan.
Apakah koreksi ini akan berlanjut atau kembali naik mendekati rekor tertinggi?
Anda bisa memantau pergerakan harga setiap hari sebelum mengambil keputusan investasi.***