
SERAYUNEWS-Puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H atau 30 Mei 2026.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian wajib haji, jemaah haji Indonesia kini bersiap kembali ke Tanah Air.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai melaksanakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia pada 1 Juni 2026.
Pemulangan dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia pada 1 Juli 2026.
Skema kepulangan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang melibatkan ribuan petugas, armada transportasi, hingga maskapai penerbangan.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
PPIH Arab Saudi menetapkan dua gelombang pemulangan jemaah haji Indonesia. Gelombang pertama akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah.
Sementara gelombang kedua akan dipulangkan melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kunjungan di Kota Madinah.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menjelaskan bahwa jadwal kepulangan disusun berdasarkan urutan keberangkatan jemaah dari Indonesia.
Menurutnya, kloter yang pertama kali berangkat ke Arab Saudi menjadi rombongan yang diprioritaskan untuk kembali lebih awal ke Tanah Air.
Untuk kloter pertama dari Indonesia berangkat pada 22 April 2026. Oleh karena itu, mereka menjadi kelompok pertama yang dijadwalkan pulang pada 1 Juni 2026.
Dendi menegaskan bahwa jadwal pemulangan tidak hanya mengatur keberangkatan pesawat, tetapi juga menjadi dasar pengelolaan berbagai layanan pendukung.
Mulai dari penyediaan hotel transit, pengaturan bus menuju bandara, penjadwalan penerbangan, hingga koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dilakukan berdasarkan jadwal tersebut.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan penyesuaian apabila terjadi kondisi tertentu di lapangan. Namun perubahan yang dilakukan diperkirakan tidak akan signifikan dan maksimal hanya sekitar 20 persen dari jadwal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M, berikut jadwal resmi pemulangan jemaah haji Indonesia:
Gelombang I melalui Jeddah
1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I ke Indonesia.
1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah Gelombang I di Tanah Air.
15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 H): Akhir pemulangan Gelombang I dari Jeddah.
Gelombang II melalui Madinah
7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah Gelombang II dari Makkah menuju Madinah.
16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H): Awal pemulangan Gelombang II dari Madinah ke Indonesia.
16 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah Gelombang II di Indonesia.
21 Juni 2026 (6 Muharram 1448 H): Akhir pemberangkatan jemaah Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
30 Juni 2026 (15 Muharram 1448 H): Akhir pemulangan Gelombang II dari Madinah.
Akhir Operasional Haji 2026
1 Juli 2026 (16 Muharram 1448 H): Kedatangan kloter terakhir di Indonesia sekaligus menandai berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Bertepatan dengan Masa Pemulangan
Menariknya, proses pemulangan jemaah haji tahun ini bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam.
Pada 16 Juni 2026, umat Islam memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah, yang juga menjadi hari dimulainya pemulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia.
Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya musim haji 2026 sekaligus awal tahun baru dalam kalender Hijriah.
Pemerintah bersama PPIH Arab Saudi terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Dengan dimulainya kepulangan sejak 1 Juni 2026, jutaan keluarga di Indonesia kini menantikan kedatangan para tamu Allah yang telah menyelesaikan ibadah haji di Tanah Suci.