Kamis, 6 Oktober 2022

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Purbalingga Belum Satu Harga, Ini Penjelasan Disperindag

Tangkapan layar harga minyak

 Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purbalingga ternyata belum mengacu kebijakan satu harga. Kondisi tersebut terjadi di antaranya di Pasar Segamas, Pasar Bobotsari dan Pasar Bukateja.


Purbalingga, serayunews.com

Keterangan yang berhasil dihimpun serayunews.com, Selasa (25/1/2022) menyebutkan bahwa harga minyak goreng di pasar tradisional Purbalingga masih disesuaikan dengan mekanisme pasar. Menurut data dari simhp.purbalinggakab.go.id, harga minyak goreng kemasan di Pasar Segamas dijual dengan harga Rp 20.000/liter. Sedangkan minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 19.500/liter.

Selanjutnya di Pasar Bobotsari Kecamatan Bobotsari harga minyak goreng kemasan berbagai merek lebih rendah daripada minyak goreng curah. Harga minyak goreng kemasan Rp 19.000/liter sedangkan minyak goreng curah malah Rp 20.000/liter.

Di Pasar Bukateja Kecamatan Bukateja harga minyak goreng kemasan bervariasi antara Rp 19.000/liter hingga Rp 20.000/liter. Harga minyak goreng curah juga Rp 19.000/liter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Purbalingga Johan Arifin ketika dikonfirmasi membenarkan mengenai belum satu harganya minyak goreng di pasar tradisional di wilayahnya. Menurutnya kebijakan harga minyak goreng satu harga masih difokuskan pada toko modern yang masuk anggota Apindo.

 “Pekan ini memang baru kami fokuskan ke sana,” jelasnya.

Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi terjadinya penimbunan dan kekosongan di toko modern. Mengenai penerapan harga minyak goreng satu harga menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru akan diterapkan minggu depan.

 “Sehingga wajar jika minggu ini harga minyak goreng di pasar tradisional masih mengacu mekanisme pasar,” imbuhnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini