
SERAYUNEWS- Harga perak Antam kembali mencuri perhatian pasar logam mulia nasional pada Kamis, 15 Januari 2026.
PT Aneka Tambang Tbk mencatat lonjakan signifikan harga perak yang diperdagangkan melalui unit Logam Mulia, seiring menguatnya harga perak global yang mencetak rekor baru dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan harga ini mempertegas perak sebagai aset alternatif yang semakin diminati investor.
Dalam satu hari perdagangan, harga perak Antam melonjak Rp 2.800 per gram dan mendorong sentimen positif di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya minat lindung nilai.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Harga perak Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 57.700 per gram. Posisi ini menunjukkan kenaikan tajam dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di level Rp 54.900 per gram pada perdagangan Rabu.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian tertinggi sepanjang Januari 2026. Tren ini memperlihatkan pergerakan harga perak domestik yang semakin responsif terhadap dinamika pasar global.
Dalam sepekan terakhir, harga perak Antam menunjukkan tren naik yang konsisten. Kenaikan terjadi hampir setiap hari, menandakan adanya dorongan permintaan yang kuat dari investor ritel maupun institusi.
Pergerakan agresif ini juga memperkuat persepsi bahwa perak tidak lagi sekadar logam industri, melainkan mulai diposisikan sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.
Antam menyediakan beragam pilihan perak batangan yang diproduksi dengan standar kemurnian tinggi. Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan investasi sekaligus koleksi.
Beberapa ukuran yang tersedia antara lain batangan 250 gram dan 500 gram, serta seri Heritage dengan bobot khusus. Keberagaman produk ini membuat investor lebih fleksibel dalam menyesuaikan strategi investasinya.
Untuk ukuran 250 gram, harga dasar perak Antam dipatok Rp 14.825.000. Jika sudah termasuk PPN 11 persen, harga jualnya berada di kisaran Rp 16.455.750.
Sementara itu, perak batangan 500 gram dibanderol Rp 28.850.000 dengan harga setelah pajak mencapai Rp 32.023.500. Harga ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.
Perak Antam seri Heritage berbobot 31,1 gram hari ini dijual dengan harga Rp 2.342.300. Setelah dikenakan PPN, nilainya berada di kisaran Rp 2.599.953.
Adapun seri Heritage 186,6 gram dipasarkan dengan harga dasar Rp 12.932.116 dan harga termasuk pajak mencapai Rp 14.354.649. Produk ini banyak diminati kolektor karena desain eksklusifnya.
Harga perak dunia kembali mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level US$ 92 per troy ons. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta melemahnya indeks dolar Amerika Serikat.
Penguatan harga perak global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak Antam di dalam negeri, mengingat keterkaitan langsung dengan pasar internasional.
Ketidakpastian geopolitik di berbagai kawasan dunia meningkatkan permintaan aset safe haven. Investor global mulai mengalihkan sebagian portofolio mereka ke logam mulia, termasuk perak.
Selain itu, volatilitas pasar keuangan dan fluktuasi nilai tukar turut memperkuat daya tarik perak sebagai instrumen lindung nilai yang relatif stabil.
Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan inflasi produsen dan penguatan penjualan ritel. Kondisi ini menciptakan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.
Situasi tersebut berdampak pada pelemahan dolar AS, yang secara historis mendorong kenaikan harga logam mulia, termasuk emas dan perak.
Analis pasar logam mulia menilai tren kenaikan harga perak masih berpeluang berlanjut. Target psikologis US$ 100 per troy ons dinilai semakin realistis dalam waktu dekat.
Sejumlah analis bahkan memproyeksikan harga perak dapat bertahan di zona tinggi sepanjang kuartal pertama 2026, seiring meningkatnya permintaan global.
Di tengah harga emas yang sudah berada pada level relatif tinggi, perak muncul sebagai alternatif investasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Harga per gram perak yang jauh lebih rendah dibanding emas membuat logam ini lebih mudah diakses oleh investor pemula maupun investor dengan modal terbatas.
Kondisi tersebut mendorong peningkatan minat beli, terutama dari kalangan generasi muda yang mulai membangun portofolio investasi jangka panjang.
Selain faktor harga, perak juga menawarkan fleksibilitas dalam bentuk produk, mulai dari batangan kecil hingga seri koleksi. Kemudahan akses inilah yang membuat perak semakin populer di pasar logam mulia nasional.
Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, perak dinilai mampu menjadi pintu masuk investasi yang rasional. Tren ini terlihat dari meningkatnya transaksi perak fisik di berbagai platform resmi.
Emas hingga saat ini masih mendominasi pasar sebagai aset lindung nilai utama yang dipercaya mampu menjaga kekayaan di tengah inflasi dan krisis global.
Stabilitas harga emas membuat logam ini menjadi pilihan utama bagi investor konservatif yang mengutamakan keamanan aset. Namun, dominasi emas tidak serta-merta menggeser potensi perak sebagai instrumen investasi yang kompetitif.
Perak menawarkan peluang pertumbuhan harga yang lebih agresif, terutama ketika pasar sedang berada dalam fase ekspansi. Perbedaan karakter inilah yang membuat perak dan emas memiliki fungsi investasi yang saling melengkapi.
Dari sisi pergerakan harga, perak dikenal memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding emas. Fluktuasi ini memungkinkan potensi keuntungan yang lebih besar dalam waktu relatif singkat.
Namun, volatilitas tersebut juga membawa risiko yang perlu diperhitungkan secara matang. Karakteristik ini menjadikan perak lebih cocok bagi investor dengan profil risiko moderat hingga agresif.
Dalam menghadapi lonjakan harga perak, investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan pembelian. Mencermati momentum pasar menjadi langkah penting agar tidak membeli di harga puncak.
Analisis tren jangka pendek dan jangka menengah dapat membantu menentukan waktu masuk yang lebih tepat. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah menunggu koreksi harga sebelum melakukan akumulasi.
Pendekatan ini bertujuan untuk menekan harga beli rata-rata sehingga potensi keuntungan lebih optimal. Investor juga perlu memperhatikan sentimen global yang memengaruhi pergerakan harga perak. Disiplin dalam mengikuti rencana investasi menjadi kunci utama menghadapi volatilitas pasar.
Selain timing pembelian, diversifikasi portofolio menjadi strategi penting untuk mengelola risiko. Mengombinasikan perak dengan emas, saham, atau instrumen keuangan lainnya dapat membantu menyeimbangkan potensi kerugian.
Diversifikasi memungkinkan investor tetap menjaga stabilitas portofolio meskipun harga perak mengalami fluktuasi tajam.
Strategi ini sangat relevan di tengah kondisi pasar global yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Investor juga disarankan menetapkan tujuan investasi yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Lonjakan harga perak Antam pada 15 Januari 2026 menegaskan posisi perak sebagai aset investasi yang semakin strategis. Dukungan dari kenaikan harga global dan sentimen ekonomi memperkuat tren positif ini.
Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan pasar internasional dan kebijakan ekonomi global. Dengan strategi yang tepat, perak berpotensi memberikan imbal hasil menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.