Jumat, 9 Desember 2022

Harga Tinggi dan Langka di Pasaran, Penjual Gorengan di Cilacap Antre 3 Hari untuk 2 Liter Minyak Goreng

Harga Tinggi dan Langka di Pasaran, Penjual Gorengan di Cilacap Antre 3 Hari untuk 2 Liter Minyak Goreng. Foto Irfan
Melonjaknya harga kedelai dan susahnya mendapatkan minyak goreng murah, membuat penjual gorengan memutar otak. Bahkan, mereka harus mengurangi jumlah daganganya agar bisa terus menyambung hidup.

Cilacap, Serayunews.com

Salah seorang penjual gorengan di Cilacap, Wati mengatakan, untuk mendapatkan minyak goreng dirinya harus rela menunggu selama 3 hari. Itu pun jumlahnya terbatas, hanya bisa mendapatkan 2 liter minyak goreng.

“Susah dapat minyak goreng, harus nunggu lama. Begitu ada cuma dijatah 2 liter,” katanya kepada serayunews.com, Senin (21/2/2022).

Selain susahnya mendapatkan minyak goreng, Wati juga menceritakan bagaimana sulitnya mendapatkan tempe dan tahu. Karena dalam beberapa hari terakhir, tempe dan tahu menghilang di pasaran. Jika pun ada, harganya sudah dua kali lipat.

“Mungkin karena harga kedelai mahal, jadi produsen tempe dan tahu menaikan harga. Jadi saya sudah nggak beli selama beberapa hari ini,” tuturnya.

Untuk menyiasati itu, Wati memilih menjual gorengan yang tidak menggunakan bahan dasar kedelai. Ia pun memperbanyak varian lain seperti pisang goreng, ketan goreng, ubi goreng dan dages goreng.

“Kalau kita jual tahu, mendoan atau tempe mau dijual berapa. Tantunya pembeli tidak mau karena terlalu mahal,” jelasnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini