
SERAYUNEWS-Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18) ternyata sudah meninggal dunia sejak 15 hari sebelum ditemukan.Hal tersebut diketahui setelah tim dokter RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga melakukan pemeriksaan terhadap jenazah pendaki asal Desa Kramat Utara, Kabupaten Magelang tersebut.
Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat Purnomo, Kamis (15/1/2026) usai proses visum jenazah pendaki tersebut mengatakan tidak ditemukan tanda penganiayaan dan sebagainya. Sehingga jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan keluarga. Keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi yang dikuatkan dengan pernyataan tertulis.
“Kami bersama stakeholder terkait menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” jelasnya.
Disampaikan, kronologi kejadian pada hari Sabtu (27/12/2025) almarhum bersama satu orang temannya bernama Himawan Haidar Bahran melakukan pendakian Gunung Slamet melalui Basecamp Dipajaya Pemalang.
Kemudian pada hari Senin (29/12/2025), Himawan Haidar Bahran ditemukan di sekitar pos 9 pendakian Gunung Slamet dan melaporkan bahwa rekannya hilang. Atas informasi tersebut, kemudian dilakukan upaya pencarian oleh tim SAR gabungan. “Mulai tanggal 29 Desember 2025 dilakukan operasi pencarian dari tim gabungan. Tetapi sampai dengan tanggal 7 Januari 2026, survivor tidak ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan,” jelasnya.
Disampaikan bahwa setelah operasi pencarian dihentikan sejumlah relawan terus melakukan upaya pencarian mandiri. Hingga korban berhasil ditemukan pada Rabu (14/1/2025) dalam kondisi meninggal dunia. “Posisi ditemukan berada di jurang kedua lereng pos tujuh pendakian, Gunung Malang, berada di Watu Langgar wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.