
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai mengebut proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk mempercepat realisasi pembangunan tahun 2026. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Cilacap mengambil langkah proaktif dengan strategi jemput bola ke organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dinas dengan paket pekerjaan besar dan bernilai tinggi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilacap, Hari Winarno, mengatakan percepatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Cilacap. Fokus utama diarahkan pada percepatan tender agar pembangunan fisik bisa segera berjalan sejak awal tahun.
“Sejak awal kami langsung melakukan inisiatif jemput bola. Terutama ke OPD yang memiliki banyak paket dan nilai besar,” kata Hari, Kamis (15/1/2026).
Langkah awal dilakukan dengan mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Hasilnya, DPUPR merespons cepat dengan mengajukan 19 paket tender, khususnya di bidang bina marga. Selain itu, dua paket dari bidang tata bangunan juga telah masuk, dan dalam waktu dekat akan menyusul sekitar 10 hingga 15 paket lainnya.
Hari menjelaskan, 19 paket awal tersebut telah melalui tahapan review oleh kelompok kerja (Pokja) PBJ. Review dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPTK untuk memastikan kelengkapan dokumen sebelum ditayangkan dalam proses lelang.
“Rabu kemarin sudah kami lakukan review. Ada beberapa catatan perbaikan, dan insyaallah dalam waktu dekat sudah siap untuk ditayangkan,” ujarnya.
Tak hanya DPUPR, PBJ Setda Cilacap juga menyasar OPD lain yang dinilai memiliki beban kegiatan besar, salah satunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Pasca pelantikan cukup banyak pejabat berganti, sehingga perlu pendampingan. Kami siap membantu OPD agar percepatan PBJ sesuai arahan pimpinan daerah bisa tercapai,” jelas Hari.
Dari paket DPUPR, Pemkab Cilacap menargetkan penetapan pemenang tender sudah dilakukan pada awal Februari 2026. Surat Perintah Kerja (SPK) diharapkan bisa diserahkan pada minggu pertama atau kedua Februari.
Di sisi lain, Sekda Cilacap telah menginstruksikan seluruh OPD untuk menginput rencana pengadaan melalui aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Hingga 13 Januari 2026 pukul 23.59 WIB, tercatat 2.187 paket telah terinput dengan total pagu anggaran sekitar Rp 364 miliar.
Rinciannya, sebanyak 2.125 paket merupakan pengadaan melalui penyedia dengan pagu sekitar Rp 359 miliar, sementara 62 paket swakelola dengan nilai Rp 5,14 miliar. Data tersebut berasal dari 18 dinas/badan, 8 kecamatan, dan 13 puskesmas.
Namun demikian, masih ada OPD yang belum menginput data. Karena itu, batas waktu diperpanjang hingga 20 Januari 2026 pukul 23.59 WIB, setelah itu aplikasi Sirup akan ditutup.
Hari berharap seluruh OPD dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada agar tidak terkendala di kemudian hari. Ia mengakui dinamika pasca pelantikan pejabat membutuhkan penyesuaian administrasi, namun PBJ siap memberikan layanan penuh, termasuk bantuan akses akun bagi pejabat pengadaan.
Untuk tahun ini, kegiatan fisik masih mendominasi pengadaan, mulai dari pembangunan jalan, sarana pertanian, hingga kelanjutan penataan kawasan heritage di Cilacap. Dengan percepatan lelang, Pemkab Cilacap menargetkan pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan tepat waktu.