
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya ayam petelur.
Meski baru mencapai sekitar 50 persen dari target pengembangan, sebanyak 120 ekor ayam petelur yang dikelola di lingkungan rutan kini mampu menghasilkan sekitar 3 kilogram telur setiap hari.
Program yang dijalankan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi sarana pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi bagi para warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Suparno, mengatakan budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk pembinaan produktif yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Menurutnya, hasil panen yang mulai stabil menjadi indikator bahwa program berjalan ke arah yang positif.
“Kami ingin pembinaan di Rutan benar-benar memberikan manfaat nyata. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan pengalaman dan keterampilan beternak yang memiliki nilai ekonomi. Ke depan kami optimistis produktivitas akan terus meningkat sehingga hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga dapat dipasarkan kepada masyarakat,” ujar Suparno, Jumat (17/7/2026).
Saat ini, hasil panen telur dipasarkan kepada para pegawai Rutan Banjarnegara. Langkah tersebut menjadi tahap awal dalam membangun sistem pemasaran yang berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan hasil produksi.
Koordinator pengelolaan peternakan ayam petelur sekaligus penanggung jawab program ketahanan pangan Rutan Banjarnegara, Adi Riyanto, menjelaskan bahwa peningkatan produksi tidak terlepas dari perawatan yang dilakukan secara rutin serta kerja sama antara petugas dan warga binaan.
Ia menyebut ayam-ayam petelur kini mulai memasuki masa produksi yang lebih stabil, sehingga hasil panen terus mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, produksi telur terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dengan perawatan yang rutin dan sesuai standar, ayam-ayam mulai memasuki masa produksi yang lebih stabil. Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar hasil panen semakin meningkat. Harapannya, ke depan telur maupun hasil ternak lainnya tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat sebagai bagian dari optimalisasi program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan,” katanya.
Dalam operasionalnya, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, perawatan kesehatan ternak, hingga proses pengambilan hasil panen. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pendampingan petugas sehingga selain menghasilkan produk pangan, program ini juga menjadi media pembelajaran yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja.
Rutan Banjarnegara menilai pengembangan sektor peternakan menjadi salah satu strategi untuk menciptakan pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya mendukung program ketahanan pangan pemerintah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian warga binaan melalui bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah menjalani masa pidana.
Dengan tren produksi yang terus meningkat, Rutan Banjarnegara optimistis hasil budidaya ayam petelur ke depan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga mampu menembus pasar masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak sekadar berfokus pada pembinaan karakter, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di daerah.