
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Taman Kota Usman Janatin bisa jadi tujuan warga untuk healing. Bahkan bisa dengan biaya yang hemat. Anda bahkan bisa berlama-lama di taman yang ada di Jalan Ahmad Yani Nomor 57 Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga tersebut.
Setelah direnovasi, Taman Usman Janatin memiliki daya tarik tersendiri. Ada bioskop misbar alias gerimis bubar. Ada juga, booth dan stand makanan, hingga kedai kopi.
Bioskop Misbar
Bioskop misbar di taman kota Usman Janatin sering digunakan untuk beragam acara. Misalnya seperti: event rutinan Festival Film Purbalingga, gigs, lapakan buku, melukis bareng, dan sebagainya. Bioskop misbar juga pernah menjadi tempat aksi solidaritas dari teman-teman komunitas Kolektif Komunitas Purbalingga berupa doa bersama serta 1000 lilin untuk almarhum Affan Kurniawan pada Agustus tahun lalu.
Booth dan Stand Makanan
Macam booth dan stand makanan yang tersedia mulai dari angkringan hingga jajanan kekinian. Pengunjung bisa berburu menu-menu menggiurkan.
Kedai Kopi
Kedai Kopi di Taman Kota Usman Janatin membuat suasana semakin hangat dan ramai. Salah satu kedai kopi pun sering mengadakan event nobar bola. Sementara kedai kopi lain mengadakan live music secara rutin bahkan diskusi publik. Jadi, mereka tidak hanya menawarkan kopi dan menu lain, tetapi juga hiburan dan edukasi.
Warung Bakmi
Selain angkringan dan kedai kopi, warung bakmi juga menjadi salah satu tempat favorit pengunjung karena menawarkan harga murah dengan cita rasa yang tidak kaleng-kaleng. Dengan dua puluh ribu, pengunjung bisa menikmati bakmi chili oil beserta es teh.
Zona Bermain
Tidak hanya didominasi tempat makan, zona bermain juga menjadi salah satu daya tarik anak-anak walaupun tidak dibatasi usia, siapa saja boleh masuk asal membeli tiket terlebih dahulu.
Setiap malam Minggu, diadakan car free night yang mana membuat pengunjung membludak. Selain untuk menikmati suasana tengah Kota Purbalingga, pengunjung bisa melepas penat dengan singgah berlama-lama.
Di Taman Kota Usman Janatin duit yang dikeluarkan pun bisa hemat. Dengan uang kurang Rp20 ribu bisa makan bakmi dan minum es teh “Yang penting bisa healing hemat biaya”, ujar salah seorang pengunjung Ermit (25) warga Toyareja Purbalingga. (Akhadia Tri Agustina)