
SERAYUNEWS – Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an).
Selain belajar puasa dan memperdalam ibadah, suasana Ramadan juga identik dengan berbagai kegiatan seru yang membangun semangat kebersamaan.
Salah satu kegiatan yang paling dinanti adalah lomba Ramadan. Tidak hanya sekadar ajang kompetisi, lomba di TPA juga bisa menjadi sarana edukatif untuk membentuk karakter, melatih keberanian, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam.
Memasuki Ramadan 2026, pengurus TPA dan panitia kegiatan sekolah bisa mulai merancang konsep lomba yang kreatif, menyenangkan, sekaligus bermakna.
Dalam setiap lomba, penting untuk menanamkan nilai bahwa tujuan utama bukan sekadar menang, tetapi belajar dan memperbaiki diri.
Panitia dapat memberikan hadiah menarik, namun tetap mengedepankan apresiasi untuk semua peserta, misalnya dengan sertifikat atau bingkisan sederhana.
Dengan konsep lomba yang variatif dan edukatif, kegiatan TPA selama Ramadan 2026 tidak hanya menjadi ajang seru-seruan, tetapi juga sarana membentuk generasi yang berakhlak baik, percaya diri, dan mencintai Al-Qur’an sejak dini.
Berikut beberapa ide lomba yang bisa dijadikan inspirasi.
Lomba tahfidz selalu menjadi pilihan utama dalam kegiatan Ramadan. Namun, agar lebih menarik, panitia bisa membaginya berdasarkan kategori usia atau jumlah hafalan.
Misalnya, kategori juz 30 untuk anak kelas kecil dan kategori surat pilihan untuk kelas besar.
Selain tahfidz, lomba tartil atau membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar juga penting.
Kegiatan ini melatih anak membaca dengan fasih dan percaya diri di depan umum. Penilaian dapat mencakup kelancaran, makhraj huruf, tajwid, dan adab saat membaca.
Adzan bukan hanya soal suara merdu, tetapi juga keberanian dan penghayatan. Lomba adzan sangat cocok untuk anak laki-laki, sementara anak perempuan bisa mengikuti lomba iqamah atau doa setelah adzan.
Agar lebih mendidik, sebelum lomba dimulai, ustaz atau ustazah bisa memberikan pembekalan tentang makna adzan.
Dengan begitu, anak tidak hanya menghafal lafaznya, tetapi juga memahami arti panggilan shalat tersebut.
Cerdas cermat menjadi lomba yang seru sekaligus edukatif. Pertanyaan bisa mencakup kisah nabi, rukun iman, rukun Islam, fiqih dasar, hingga pengetahuan seputar Ramadan.
Agar suasana semakin hidup, lomba bisa dibuat dalam bentuk tim. Selain melatih daya ingat, anak juga belajar bekerja sama dan menghargai pendapat teman. Konsep ini sangat cocok untuk membangun kebersamaan antar santri TPA.
Untuk anak usia dini, lomba mewarnai bertema Ramadan atau masjid bisa menjadi pilihan. Sementara untuk anak yang lebih besar, lomba kaligrafi sederhana dapat melatih kreativitas sekaligus memperkenalkan seni Islami.
Panitia bisa menyediakan ayat pendek atau lafaz seperti “Ramadan Kareem” atau “Bismillah” sebagai bahan kaligrafi.
Hasil karya anak dapat dipajang di area TPA agar mereka merasa bangga dengan karyanya.
Lomba dai cilik menjadi ajang melatih keberanian berbicara di depan umum. Anak-anak bisa menyampaikan ceramah singkat bertema puasa, keutamaan sedekah, atau berbakti kepada orang tua.
Durasi ceramah sebaiknya dibatasi, misalnya 5–7 menit agar tetap fokus dan tidak membosankan. Penilaian dapat mencakup isi materi, cara penyampaian, ekspresi, dan kepercayaan diri.
Selain teori, praktik ibadah juga penting. Panitia dapat mengadakan lomba praktik wudhu dan shalat yang benar sesuai tuntunan. Kegiatan ini membantu anak memahami gerakan dan bacaan dengan tepat.
Lomba ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai evaluasi sekaligus pembelajaran. Dengan pendekatan yang lembut, anak akan lebih mudah menerima arahan.
Menyesuaikan perkembangan zaman, lomba membuat video pendek bertema Ramadan juga bisa menjadi inovasi baru di tahun 2026. Anak dapat membuat video tentang kegiatan puasa, berbagi takjil, atau pesan kebaikan.
Video tidak harus rumit. Cukup menggunakan ponsel dengan durasi singkat. Orang tua bisa dilibatkan untuk membantu proses perekaman, sehingga tercipta kebersamaan di rumah.
Ramadan adalah momen emas untuk menanamkan nilai kebaikan pada anak. Melalui lomba yang tepat, proses belajar terasa menyenangkan dan penuh makna.***