
PURWOKERTO, SERAYUNEWS-Sebanyak 27 calon pasangan pengantin resmi menjadi suami-istri setelah mengikuti prosesi ijab kabul massal dalam ajang Banyumas Mantu 2026. Acara yang bertepatan dengan pembukaan Banyumas Wedding Expo ini digelar di Rita Super Mall Purwokerto, Jumat (4/9/2026). Momen sakral tersebut disaksikan langsung oleh Sekda Banyumas Agus Nur Hadie serta ribuan warga yang memadati lokasi.
Salah satu pasangan yang ikut ijab kabul massal sudah menikah tapi belum secara hukum negara. Pasangan itu adalah Suwardi (63) dan Kartini (49). Mereka mencuri perhatian sebagai peserta tertua. Pasangan janda-duda yang saling kenal sejak 2011 ini akhirnya mengantongi legalitas pernikahan secara negara. Artinya selama 15 tahun pasangan tersebut belum sah secara negara. Kartini mengaku pendaftaran tersebut diurus oleh anaknya yang melihat informasi program nikah gratis di media sosial.
“Saya senang. Ada pendaftaran seperti ini, jadi urusannya lancar,” kata Kartini yang sudah bersiap sejak pukul 07.00 WIB.
Bagi Kartini, kepastian hukum dan kebahagiaan jauh lebih penting dibanding resepsi mewah. “Tidak ada malam pertama lah malu, sudah tua malu sama anak, tidak ada acara khusus,” jelasnya.
Ia bertekad agar status pernikahan mereka diakui secara sah di mata publik. “Kepengen lebih sah. Jadi kan di mata masyarakat lebih dinilai orang. Suami saya yang berumur, ya saya gak papa bahagia meskipun dianggap pasangan tua,” lanjut ibu tiga anak tersebut.
Kisah serupa dialami pasangan Wahyu Diah Handayani (46) dan Basiman (54), warga Kembaran. Sebelumnya, keterbatasan finansial membuat pernikahan mereka belum tercatat secara resmi oleh negara.
“Alhamdulillah sah akhirnya yang dinanti-nanti datang juga. Mungkin udah rejekinya, ikut ini karena kendala ekonomi, ada program ini ikut aja dan akhirnya terpilih,” ungkap Wahyu legawa.
Ia sangat terbantu karena seluruh fasilitas disediakan gratis. “Tanpa sepeserpun, dan senang bahagia tanpa keluar biaya,” tambahnya.
Usai acara, mereka berencana menggelar syukuran sederhana di rumah bersama keluarga. “Persiapannya ya paling nanti buat syukuran aja di rumah,” ujarnya.
Banyumas Mantu 2026 menjadi pembuka pameran Banyumas Wedding Expo yang berlangsung pada 4–6 September 2026. Rangkaian acara turut didukung Pemkab Banyumas, termasuk fasilitasi iring-iringan peserta.
Ketua Panitia Nurmaisha menjelaskan, seluruh peserta dimanjakan dengan layanan gratis mulai dari rias pengantin hingga dokumentasi. Sebelum ijab kabul, para pengantin dikirab dari kawasan Si Panji menuju lokasi acara. “Untuk 27 pasangan peserta, di-make-up di sini. Kemudian kita kirab dari Si Panji menuju Rita Supermall,” jelas Nurmaisha.
Acara yang melibatkan 48 stan dan sekitar 60 vendor ini juga dirancang untuk mengusung nilai tradisi lokal. “Harapannya selain menjadi acara sosial, bisa juga menaikkan daya tarik wisata karena nantinya ada unsur-unsur seni dan budaya yang kita munculkan,” kata Nurmaisha.
Dukungan rias dan fotografi gratis tersebut bahkan menyasar hingga total 30 pasangan peserta.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi tinggi dampak sosial program ini, khususnya dalam membantu pasangan yang sebelumnya baru menikah secara siri agar mendapatkan legalitas hukum. Ia berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai program tahunan.
“Setiap tahun akan kita adakan. Syukur-syukur jumlahnya bertambah,” kata Sadewo.
Bagi pasangan seperti Suwardi-Kartini maupun Wahyu-Basiman, Banyumas Mantu 2026 bukan sekadar prosesi massal, melainkan momentum berharga untuk meraih pengakuan resmi negara sekaligus merayakannya bersama keluarga dan masyarakat.