Minggu, 28 November 2021

Inilah Jamasan Pusaka Kalimosodo, Tradisi di Susukan Banjarnegara

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Kalimosodo. (Maula)

Meski dilaksanakan dalam masa pandemi dan penerapan protokol kesehatan secara ketat, pelaksanaan budaya Jamasan Kalimosodo di Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara berjalan khidmat pada Selasa (19/10/2021).


Banjarnegara, serayunews.com

Jamasan pusaka Kalimosodo merupakan satu ritual budaya yang rutin dilakukan setiap bulan maulid atau bertepatan dengan 12 Robiul Awal tahun hijriyah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya dalam menjaga pusaka warisan leluhur serta meningkatkan persatuan bangsa.

Ketua Panitia Jamasan Kalimosodo Kanjeng Raden Tumenggung Rahmat Sumino Reksonagoro mengatakan, sebelum dilakukan jamasan, juga dilakukan ritual pengambilan air suci darai Sendang Siangka yang nantinya untuk melakukan penjamasan pusaka keris Kalimosodo.

Setelah pengambilan air suci kemudian dilanjutkan dengan kirab terbatas yang dimulai dari Pasarean Ki Ageng Gumelem menuju gedung Balai Karya sebagai tempat melakukan jamasan pusaka.

“Gelar budaya jamasan pusaka ini merupakan warisan leluhur. Selain untuk menjaga dan melestarikan budaya, jamasan ini juga untuk meningkatkan persatuan bangsa. Sebab jamasan ini merupakan warisan adiluhung. Melalui jamasan ini, kita juga ingin mengenalkan pada generasi muda tentang warisan budaya, sehingga tradisi dan budaya ini tetap terjaga,” ujarnya.

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Kalimosodo. (Maula)

Menurutnya, karena ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka semua rangkaian mulai dari ritual, kirab, hingga penjamasan dilakukan secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, termasuk tidak adanya pengunjung atau wisatawan. Selain itu semua peserta sudah melalui screening pengecekan suhu tubuh hingga cuci tangan dan selalu menggunakan handsanitizer.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Susukan Haryanto Agus mengatakan, jika tahun sebelumnya kegiatan jamasan ini selalu dinanti para wisatawan, namun karena masa pandemi, kegiatan ini hanya dilakukan internal sesepuh desa serta warga setempat. Selain itu ada pembatasan bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Meski dengan penerapan protokol kesehatan dan terbatas, jamasan pusaka Kalimosodo ini tetap berjalan khidmat. Semoga wabah ini segera berlalu, sehingga tradisi budaya ini juga ikut mendongkrak sektor wisata yang ada di wilayah barat Banjarnegara,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini