Sabtu, 8 Oktober 2022

Ironi, Banyak Perusahaan tapi Pemkab Purbalingga Gagal Serap Dana CSR, Ini Sebabnya 

Asisten Pemerintahan dan Kesra Purbalingga, R. Imam Wahyudi saat menyampaikan laporan kepesertaan BPJS di Kabupaten Purbalingga kepada Wakil Bupati Purbalingga Sudono. (Foto Humas Protokol)

Kabupaten Purbalingga sudah dikenal dengan kota industri. Banyak perusahaan yang dibangun di Kota Perwira. Maka memiliki potensi besar sumber dana dari corporate social responsibility (CSR). Dana tersebut bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, di antaranya untuk program jaminan kesehatan.


Purbalingga, serayunews.com

Asisten Pemerintahan dan Kesra Purbalingga, R. Imam Wahyudi menyampaikan, Pemkab Purbalingga belum memiliki tim penerimaan Corporate Social Responsibility (CSR). Mengingat pentingnya hal itu, maka pihaknya akan segera membentuk tim tersebut.

Imam menjelaskan, banyak CSR dari perusahaan di Purbalingga yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, di antaranya untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk untuk mengcover BPJS bagi para penderes. Pada kenyataannya, CSR itu belum bisa dilaksanakan di Purbalingga karena belum terbentuk tim yang mengelola dana CSR.

“Belum ada tim untuk mengelola dana CSR yang bisa kita gunakan untuk mengcover BPJS bagi penderes. Dari Cilacap justru bisa memanfaatkan CSR dari Purbalingga, karena telah membentuk tim pengelola. Maka kita harus membentuk timnya dulu,” kata Imam.

Imam menjelaskan, bahwa ada Kabupaten lain yang memanfaatkan CSR dari perusahaan yang ada di Purbalingga, karena telah membentuk tim pengelolanya. Padahal, Pemkab Purbalingga menghendaki dana CSR dari perusahaan, bisa digunakan untuk program kesejahteraan masyarakat. Salah satunya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bagi penderes.

Wakil Bupati Sudono yang hadir dalam kesempatan tersebut meminta agar penderes segera tercover oleh BPJS secara keseluruhan. Selain itu, Sudono juga berpesan agar pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan ditingkatkan mulai dari kesetaraan pelayanan hingga ketersediaan obat yang memiliki kualitas bagus.

“Untuk penderes segera saja untuk bisa tercover BPJS semua. Untuk ketersediaan obat dan kualitasnya juga saya minta diperhatikan,” kata dia.

Berita Terpopuler

Berita Terkini