
SERAYUNEWS — Sekolah Rakyat (SR) MP 13 Banyumas menepis isu dugaan mark-up dalam pengadaan sepatu siswa.
Pihak sekolah menegaskan seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan, terukur, dan sesuai aturan yang berlaku dengan batas harga maksimal Rp200.000 per pasang.
Kepala Sekolah SR MP 13 Banyumas, Siti Isbandiyah, memastikan tidak ada praktik penyimpangan anggaran dalam pengadaan fasilitas pendukung siswa.
Ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme mengikuti ketentuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Kami ada yang drop-in dari pusat, ada juga yang kami diberi kesempatan pengadaan sendiri. Tapi semuanya mengikuti aturan ketat dari PPK. Harga maksimal Rp200.000 untuk sepatu anak-anak,” ujarnya.
Siti menjelaskan bahwa untuk pengadaan barang bernilai di bawah Rp1 juta, sekolah memiliki kewenangan mengelola secara mandiri. Namun, tetap ada batasan spesifikasi teknis dan pengawasan ketat.
Sekolah juga melakukan negosiasi aktif dengan vendor untuk memastikan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas produk. Langkah ini diambil agar penggunaan dana tetap optimal dan tepat sasaran.
Pengadaan sepatu dan alas kaki siswa disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan belajar, meliputi:
Setiap distribusi barang didokumentasikan secara administratif melalui Berita Acara Serah Terima (BAST), dokumentasi foto per siswa, serta tanda tangan bukti penerimaan. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.
Selain fasilitas fisik, SR MP 13 Banyumas menekankan penguatan karakter sebagai prioritas utama.
Sekolah menjalankan program Satru Pakal Yana (Enam Wujud Kebaikan) sebagai fondasi pembentukan karakter siswa.
Program tersebut mencakup:
Menurut pihak sekolah, dampak program ini mulai terlihat, termasuk perubahan perilaku siswa yang sebelumnya memiliki masalah kedisiplinan kini dipercaya memegang tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Siti Isbandiyah menegaskan bahwa transparansi merupakan prinsip utama dalam pengelolaan anggaran sekolah.
Pihaknya tidak ragu memberikan teguran kepada vendor apabila barang yang dikirim tidak sesuai spesifikasi.
“Kami patuh pada aturan. Tidak ada semau gue. Kalau kualitas tidak sesuai spesifikasi, kami juga warning vendor,” kata dia.
Melalui tata kelola yang akuntabel, efisiensi anggaran, dan fokus pada pendidikan karakter, SR MP 13 Banyumas berkomitmen menghadirkan fasilitas yang layak bagi siswa tanpa praktik pemborosan maupun penyimpangan.