
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan distribusi bantuan air bersih untuk membantu warga yang mulai terdampak musim kemarau.
Pada Senin (27/7/2026), puluhan tangki air bersih disalurkan ke sejumlah desa di beberapa kecamatan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel BPBD, relawan, serta Palang Merah Indonesia (PMI).
“Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di beberapa desa. Karena itu, BPBD terus melakukan droping air bersih secara bertahap agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Aji Piluroso.
Menurutnya, penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan laporan dari pemerintah desa mengenai wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.
Untuk mempercepat distribusi, BPBD membagi petugas ke dalam tiga tim.
1 tangki ke Dusun Karangpucung, Desa Wanadri.
1 tangki ke Desa Gemuruh.
3 tangki ke Desa Serang yang dipusatkan di penampungan dekat balai desa.
1 tangki ke wilayah Kwali, Desa Kebondalem.
2 tangki ke Desa Gemuruh.
2 tangki ke Desa Serang di penampungan dekat sekolah dasar.
1 tangki ke Dusun Silangit, Desa Wanadri.
3 tangki ke Desa Gemuruh.
1 tangki ke Desa Serang yang disalurkan langsung kepada masyarakat.
PMI dan Relawan Ikut Salurkan Bantuan Air Bersih
Selain BPBD, PMI Kabupaten Banjarnegara juga turut mendukung penanganan kekeringan dengan menyalurkan:
1 tangki ke Karangpucung, Desa Wanadri.
1 tangki ke penampungan air di Karangsempu, Desa Serang.
3 tangki ke Desa Gemuruh.
Sementara itu, tim distribusi yang dipimpin Slamet Riyadi dan Anif Khamidi juga mengirimkan bantuan air bersih ke Desa Karangjambe sebanyak dua trip dan Desa Rejasa sebanyak dua trip untuk memenuhi kebutuhan warga.
Aji Piluroso menegaskan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masih ada permintaan dari masyarakat maupun pemerintah desa. BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan potensi meluasnya wilayah terdampak kekeringan.
“Kami mengimbau pemerintah desa agar segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih. Dengan laporan yang cepat, kami dapat segera melakukan asesmen dan mengatur jadwal distribusi sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan kekeringan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, PMI, relawan hingga masyarakat yang bersama-sama memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran.
BPBD Banjarnegara juga mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau karena potensi kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Melalui distribusi air bersih secara berkelanjutan, pemerintah berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak kekeringan terhadap aktivitas dan kesehatan warga.