
SERAYUNEWS – Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 dipastikan kembali hadir pada 3 hingga 5 Juli 2026 di kawasan D’Las, Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Event budaya tahunan tersebut menjadi salah satu agenda wisata unggulan yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati suasana khas pegunungan yang sejuk sambil mengikuti berbagai agenda budaya yang telah dipersiapkan panitia.
Festival ini juga menjadi sarana promosi wisata sekaligus upaya menjaga tradisi masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Festival Gunung Slamet telah berkembang menjadi salah satu agenda pariwisata penting di Kabupaten Purbalingga.
Setiap tahunnya, acara ini mampu menarik ribuan pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus menyaksikan tradisi unik masyarakat Desa Serang.
Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus mendorong penyelenggaraan festival sebagai media pelestarian budaya.
Berbagai komunitas seni, kelompok pemuda, pelaku UMKM, hingga pelaku wisata ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Selain menghadirkan hiburan, festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penjualan produk lokal, hingga promosi destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Slamet.
Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026 di D’Las, Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Jumat, 3 Juli 2026
Sabtu, 4 Juli 2026
Minggu, 5 Juli 2026
Selain rangkaian acara tersebut, selama tiga hari penyelenggaraan pengunjung juga dapat menikmati pameran produk UMKM, kuliner khas Desa Serang, serta berbagai aktivitas wisata di kawasan lereng Gunung Slamet.
Dengan berbagai agenda budaya, ritual adat, hiburan musik, hingga atraksi unik seperti Perang Tomat, Festival Gunung Slamet 2026 diprediksi kembali menjadi salah satu event wisata terbesar di Purbalingga.
Kehadiran festival ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat lereng Gunung Slamet, tetapi juga memperkuat posisi Desa Wisata Serang sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah.***