
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Penampilan grup musik Parade Hujan sukses menjadi magnet utama pada malam kedua Festival Gunung Slamet (FGS) 2026 di kawasan wisata D’Las Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (4/7/2026).
Ribuan pengunjung memadati area konser untuk menikmati gelaran bertajuk “Akustik Kabut Lembut”, yang menjadi puncak rangkaian acara hari kedua Festival Gunung Slamet 2026.
Suasana pegunungan yang sejuk dan diselimuti kabut berpadu dengan penampilan akustik Parade Hujan, menciptakan atmosfer berbeda dibandingkan konser musik pada umumnya.
Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sore hari. Area pertunjukan dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah yang rela datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan penampilan Parade Hujan.
Puncak kemeriahan terjadi saat grup musik tersebut membawakan lagu hit mereka, “Akad”. Lagu yang telah lama populer itu langsung mengundang ribuan penonton bernyanyi bersama.
Cahaya lampu ponsel yang menyala memenuhi area konser, menciptakan suasana hangat dan romantis di tengah dinginnya malam lereng Gunung Slamet.
Momen tersebut menjadi salah satu penampilan paling berkesan sepanjang penyelenggaraan Festival Gunung Slamet 2026.
Agenda Akustik Kabut Lembut menjadi salah satu acara unggulan dalam Festival Gunung Slamet tahun ini. Kehadiran Parade Hujan berhasil menarik perhatian masyarakat, tidak hanya dari Kabupaten Purbalingga tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sejak sore hingga malam, arus pengunjung terus berdatangan menuju kawasan D’Las Serang untuk menikmati suasana festival sekaligus menyaksikan penampilan grup musik tersebut.
Atmosfer pegunungan yang berkabut membuat konsep Akustik Kabut Lembut terasa semakin unik dan berbeda.
Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam maupun kamera untuk dibagikan di media sosial.
Sebelum penampilan utama dimulai, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, sponsor, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Festival Gunung Slamet 2026.
Menurut Fahmi, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Slamet.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga, kata dia, akan memfokuskan pengembangan pariwisata pada tiga desa, yakni Desa Serang, Desa Kutabawa dan Desa Siwarak.
Ketiga kawasan tersebut diproyeksikan menjadi kawasan wisata terpadu atau one stop solution tourism, sehingga wisatawan dapat menikmati destinasi alam, kuliner, hingga penginapan dalam satu kawasan.
“Harapannya nanti orang yang datang ke Purbalingga untuk dua atau tiga hari tidak perlu bingung. Semua sudah tersedia di Desa Serang, Kutabawa, dan Siwarak, mulai dari wisata, penginapan hingga kulinernya,” jelas Fahmi.
Ia juga berharap Festival Gunung Slamet edisi ke-10 pada tahun 2027 dapat digelar lebih meriah dengan menghadirkan rangkaian acara yang lebih besar dan bintang tamu yang semakin menarik.
Festival Gunung Slamet 2026 masih berlanjut pada hari ketiga dengan sejumlah agenda yang telah dinantikan pengunjung, di antaranya:
Panitia berharap antusiasme masyarakat tetap tinggi hingga hari terakhir pelaksanaan. Selain menjadi hiburan, Festival Gunung Slamet diharapkan terus menjadi etalase budaya, alam, dan potensi wisata Kabupaten Purbalingga yang mampu menarik lebih banyak wisatawan pada tahun-tahun mendatang.