
SERAYUNEWS– Timnas Indonesia kembali bersiap menghadapi agenda penting FIFA Matchday Juni 2026. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua pertandingan internasional menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga ini bukan sekadar pertandingan uji coba biasa. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjadikan dua duel tersebut sebagai momentum membangun fondasi baru skuad Garuda menuju Piala Asia 2027 sekaligus memperbaiki posisi Indonesia di ranking FIFA.
Indonesia akan menghadapi Oman pada 5 Juni 2026 sebelum bertemu Mozambik empat hari kemudian. Kedua pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB dan diperkirakan menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasan selengkapnya:
Berikut jadwal resmi pertandingan Timnas Indonesia:
– Jumat, 5 Juni 2026
Indonesia vs Oman
Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kickoff 20.00 WIB
– Selasa, 9 Juni 2026
Indonesia vs Mozambik
Stadion Utama Gelora Bung Karno
Kickoff 20.00 WIB
PSSI memastikan laga ini masuk kalender resmi FIFA Matchday sehingga hasil pertandingan akan memengaruhi perolehan poin ranking FIFA Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris, John Herdman, langsung bergerak cepat dengan memanggil 44 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta. Daftar tersebut memadukan pemain senior, langganan timnas, hingga sejumlah debutan potensial.
Nama-nama seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Marselino Ferdinan, Kevin Diks, hingga Ragnar Oratmangoen kembali dipercaya menjadi tulang punggung tim. Namun, Herdman juga memberi ruang bagi beberapa wajah baru seperti Alfharezzi Buffon, Brian Fatari, Eksel Runtukahu, dan Fajar Fathurrahman.
Kembalinya Witan Sulaeman dan Saddil Ramdani juga menjadi sorotan tersendiri. Kedua pemain itu sebelumnya sempat absen dalam beberapa pertandingan terakhir Timnas Indonesia.
Persija Jakarta tercatat sebagai klub penyumbang pemain terbanyak untuk skuad sementara Timnas Indonesia. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu kembali menunjukkan dominasi dalam kontribusi pemain untuk level nasional.
Dari dua lawan yang akan dihadapi, Oman diprediksi menjadi ujian paling berat bagi skuad Garuda. Tim asal Timur Tengah tersebut saat ini berada di ranking 79 FIFA, jauh di atas Indonesia yang masih menempati posisi 122 dunia.
John Herdman secara terbuka mengakui dirinya memang sengaja mencari lawan dengan level kompetitif tinggi dari kawasan Asia. Menurutnya, Oman memiliki gaya bermain yang sangat cocok untuk menguji perkembangan taktik dan mental bertanding Timnas Indonesia.
Pelatih berusia 50 tahun itu ingin melihat bagaimana anak asuhnya menghadapi tim yang memiliki organisasi permainan disiplin, transisi cepat, serta pengalaman kompetitif di level Asia.
Pertandingan melawan Oman juga dianggap penting karena Indonesia akan menghadapi lawan-lawan tangguh pada Piala Asia 2027 mendatang.
Jika Oman menjadi ujian teknis dan taktis, maka Mozambik dipandang sebagai tes adaptasi dan mentalitas. Herdman menyebut Mozambik sebagai lawan yang belum banyak diketahui karakter permainannya oleh Indonesia.
Situasi tersebut justru dianggap positif oleh tim pelatih karena dalam turnamen besar, skuad sering menghadapi lawan dengan pola permainan yang tidak familiar.
Mozambik sendiri berada di ranking 101 FIFA dan memiliki sejumlah pemain yang berkarier di Eropa serta kompetisi Afrika. Tim asal Afrika itu dikenal memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan agresivitas tinggi dalam duel satu lawan satu.
Dengan menghadapi dua lawan berbeda benua dan gaya bermain, Herdman berharap Timnas Indonesia bisa memiliki fleksibilitas taktik yang lebih matang.
Selain membangun taktik, Herdman juga menyoroti masalah utama Timnas Indonesia yang menurutnya bukan terletak pada minimnya penyerang murni.
Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai skuad Garuda masih kekurangan mentalitas mencetak gol secara kolektif. Ia ingin semua pemain memiliki keberanian masuk ke area penalti dan berkontribusi mencetak gol, tanpa terpaku pada posisi bermain.
Menurut Herdman, Timnas Indonesia selama ini terlalu pasif dan hanya mengandalkan pola bertahan lalu melakukan serangan balik.
Karena itu, pemusatan latihan menjelang FIFA Matchday Juni 2026 akan difokuskan pada peningkatan agresivitas menyerang, pergerakan tanpa bola, hingga keberanian mengambil keputusan di area sepertiga akhir lapangan.
Ia juga ingin pemain bertahan dan gelandang ikut aktif membantu serangan agar Indonesia memiliki lebih banyak opsi ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Dua pertandingan melawan Oman dan Mozambik memiliki nilai penting dalam perburuan poin ranking FIFA. Indonesia saat ini masih berada di posisi ke-122 dunia dengan koleksi 1144,88 poin.
Sementara Oman memiliki 1313,46 poin dan Mozambik mengoleksi 1224,31 poin FIFA. Artinya, kemenangan atas kedua negara tersebut berpotensi memberi tambahan poin signifikan bagi skuad Garuda.
Momentum ini juga menjadi bagian dari proyek jangka panjang John Herdman sejak resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2026.
Sebelumnya, Herdman sudah menjalani debut bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 dengan hasil kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis sebelum kalah tipis dari Bulgaria.
Daftar Sementara Pemain Timnas Indonesia FIFA Matchday Juni 2026
Kiper:
Maarten Paes (Ajax), Emil Audero (Cremonese), Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), Muhammad Riyandi (Persis Solo).
Belakang:
Alfharezzi Buffon (Borneo FC), Brian Fatari (Dewa United), Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta), Elkan Baggott (Ipswich Town), Fajar Fathurrahman (Persija Jakarta), Hokky Caraka (Persita Tangerang), Jay Idzes (Sassuolo), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), Muhammad Ferrari (Bhayangkara FC), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Rizky Ridho (Persija Jakarta), Saddil Ramdani (Persib Bandung), Sandy Walsh (Buriram), Wahyu Prasetyo (Malut United), Yance Sayuri (Malut United).
Gelandang:
Arkhan Fikri (Arema FC), Calvin Verdonk (Lille), Egy Maulana Vikri (Dewa United), Ivar Jenner (Dew United), Joey Pelupessy (SK Lommel), Jordi Amat (Persija Jakarta), Marc Klok (Persib Bandung), Marselino Ferdinan (AS Trencin), Rayhan Hannan (Persija Jakarta), Ricky Kambuaya (Dewa United), Rivaldo Pakpahan (Borneo FC), Tim Geypens (FC Emmen), Witan Sulaeman (Persija Jakarta).
Penyerang:
Beckham Putra (Persib Bandung), Eliano Reijnders (Persib Bandung), Eksel Runtukahu (Persija Jakarta), Jens Raven (Bali United), Mauro Ziljstra (Persija Jakarta), Ole Romeny (Oxford United), Ragnar Oratmangoen (FC Dender), Ramadhan Sananta (DPMM FC), Rizky Eka Pratama (PSM Makassar), Yakob Sayuri (Malut United).
Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno diperkirakan kembali penuh oleh dukungan suporter Merah Putih. PSSI bahkan mulai membuka penjualan tiket pertandingan dengan harga mulai Rp300 ribu hingga Rp750 ribu.
Dukungan publik diharapkan menjadi energi tambahan bagi Timnas Indonesia untuk meraih hasil positif dan melanjutkan proyek besar menuju level elite Asia.