
SERAYUNEWS- Kompetisi BRI Super League 2025–26 memasuki fase krusial. Memasuki pekan lanjutan awal Februari 2026, persaingan di papan atas semakin ketat, sementara tim-tim papan bawah mulai berjuang keras keluar dari ancaman degradasi.
Rangkaian pertandingan yang akan digelar pada 6 hingga 8 Februari 2026 diprediksi menjadi penentu arah perebutan gelar juara, tiket kompetisi Asia, hingga nasib klub di zona merah.
Sejumlah laga besar turut tersaji, termasuk duel klasik dan big match yang menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Melansir jadwal resmi di laman I-League, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Hingga pekan ke-19, Persib Bandung masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 44 poin. Tim Maung Bandung menunjukkan konsistensi tinggi sepanjang musim dengan catatan 14 kemenangan dan selisih gol positif yang impresif.
Namun, posisi Persib belum sepenuhnya aman. Borneo FC Samarinda menempel ketat di peringkat kedua dengan 43 poin, disusul Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 41 poin.
Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan memiliki dampak besar terhadap perubahan posisi klasemen. Situasi ini menjadikan pekan awal Februari sebagai momen penting bagi tim-tim papan atas untuk menjaga momentum kemenangan.
Pertandingan pembuka pekan mempertemukan dua laga menarik. PSIM Yogyakarta akan menjamu Persis Solo pada sore hari di Stadion Sultan Agung. Laga ini krusial bagi Persis Solo yang masih berjuang keluar dari dasar klasemen.
Pada malam harinya, perhatian tertuju ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api saat Persib Bandung menghadapi Malut United FC. Persib membidik kemenangan demi mempertahankan posisi puncak, sementara Malut United berambisi mendekat ke tiga besar.
Hari Sabtu menghadirkan jadwal paling padat. Bhayangkara Presisi Lampung FC akan menghadapi ujian berat saat berjumpa Borneo FC Samarinda, salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Di laga lain, Persik Kediri menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Brawijaya. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di papan tengah.
Sementara itu, Persijap Jepara akan berusaha bangkit saat menjamu Madura United FC, sedangkan duel klasik Bali United FC kontra Persebaya Surabaya diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim bersaing ketat menuju lima besar.
Pekan pertandingan ditutup dengan tiga laga penting. Semen Padang FC akan menjamu Persita Tangerang, laga krusial bagi tuan rumah yang masih terjebak di zona bawah.
PSBS Biak menghadapi tantangan berat saat bertemu PSM Makassar, sementara big match pekan ini tersaji di Jakarta International Stadium ketika Persija Jakarta berhadapan dengan Arema FC.
Laga tersebut diprediksi menyedot perhatian besar karena sarat gengsi dan ambisi poin penuh.
Selain persaingan papan atas, kompetisi musim ini juga menyajikan drama di papan tengah. Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, dan Bali United FC masih berpeluang menembus papan atas jika mampu menjaga konsistensi hasil.
Sebaliknya, situasi genting dialami tim-tim papan bawah. Persis Solo masih terpuruk di dasar klasemen dengan 10 poin, disusul Persijap Jepara dan Semen Padang FC yang sama-sama mengoleksi 12 poin. Setiap laga kini menjadi final bagi klub-klub tersebut demi menghindari degradasi.
Dengan jadwal padat dan tekanan kompetisi yang semakin tinggi, awal Februari 2026 diyakini menjadi titik balik perjalanan BRI Super League 2025–26.
Klub dengan kedalaman skuad dan mental kuat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di jalur juara atau lolos dari ancaman degradasi.
Seluruh mata kini tertuju pada hasil pertandingan pekan ini yang berpotensi mengubah peta persaingan secara signifikan.
Persib Bandung – 44 poin
Borneo FC Samarinda – 43 poin
Persija Jakarta – 41 poin
Malut United FC – 37 poin
Persebaya Surabaya – 32 poin
Persita Tangerang – 32 poin
PSIM Yogyakarta – 30 poin
Bali United FC – 28 poin
Bhayangkara Presisi Lampung FC – 26 poin
Dewa United Banten FC – 24 poin
Arema FC – 24 poin
Persik Kediri – 22 poin
PSM Makassar – 20 poin
Madura United FC – 18 poin
PSBS Biak – 17 poin
Semen Padang FC – 12 poin
Persijap Jepara – 12 poin
Persis Solo – 10 poin
Rangkaian laga BRI Super League 2025–26 pada awal Februari ini diprediksi menjadi titik krusial penentuan arah perebutan gelar juara, zona Asia, hingga persaingan keluar dari degradasi.
Konsistensi tim papan atas dan mental bertanding klub papan bawah akan menjadi faktor pembeda di fase penting kompetisi musim ini.