
SERAYUNEWS – Simak jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026. Pasalnya, Umat Islam saat ini memasuki bulan Syaban 1447 Hijriah.
Lantaran, menjadi sebuah fase penting dalam kalender Islam karena menjadi pengantar menuju bulan suci Ramadan.
Syaban sering disebut sebagai bulan persiapan, baik secara fisik maupun spiritual.
Pada bulan inilah Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah, salah satunya puasa Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ibadah rutin bulanan.
Di bulan Syaban, amalan ini memiliki makna yang lebih dalam karena menjadi latihan menahan diri sebelum memasuki puasa wajib Ramadan.
Tak heran jika banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan puasa sunnah di bulan ini.
Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan ibadah puasa di bulan Syaban.
Bahkan, intensitas puasa beliau pada bulan ini tergolong tinggi dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadan.
Dari Aisyah RA, beliau mengatakan, “Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim)
Riwayat lain dari Ummu Salamah juga menguatkan keistimewaan bulan Syaban.
Ia berkata, “Rasulullah SAW dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan An Nasa’i)
Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa Syaban adalah momentum memperbanyak amal sebelum memasuki Ramadan, termasuk dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.
Meski puasa sunnah sangat dianjurkan di bulan Syaban, terdapat batasan penting yang perlu diperhatikan.
Umat Islam dilarang berpuasa pada satu atau dua hari menjelang Ramadan, yang dikenal sebagai hari syak atau hari yang meragukan.
Larangan ini bertujuan agar puasa sunnah tidak tercampur dengan puasa wajib Ramadan.
Islam memberikan garis tegas agar umat tidak keliru dalam menentukan awal ibadah wajib tersebut.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR Muslim dan Bukhari)
Karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan jadwal puasa sunnah Syaban, termasuk Ayyamul Bidh, tidak berdekatan dengan awal Ramadan.
Salah satu puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada bulan Syaban adalah puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriah. Dalilnya berasal dari riwayat Abu Hurairah RA, ia berkata:
أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, dan salat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘Alaih)
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat besar. Dalam hadis shahih yang tercantum dalam Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW bersabda:
صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: “Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun.” (Muttafaq ‘Alaih)
Keutamaan ini didasarkan pada konsep pahala berlipat ganda, di mana satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H:
Tanggal-tanggal ini menjadi kesempatan emas bagi Anda yang ingin memaksimalkan ibadah sunnah sebelum Ramadan tiba.
Sebelum melaksanakan puasa sunnah, dianjurkan untuk membaca niat.
Mengutip Buku Pintar Agama Islam Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah karya Abu Aunillah Al-Baijury, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul baidh karena Allah Ta’ala.”
Dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban dapat menjadi bekal spiritual yang kuat untuk menyambut Ramadan dengan lebih siap dan bermakna.***