
SERAYUNEWS – Bulan Ramadhan selalu menjadi periode yang dinantikan masyarakat Indonesia, termasuk kalangan pelajar.
Selain menghadirkan suasana religius yang kuat, bulan suci juga sering menjadi waktu penyesuaian aktivitas pendidikan.
Banyak orang tua mulai menyiapkan agenda keluarga, mulai dari memperbanyak ibadah, merancang kegiatan keagamaan anak, hingga merencanakan mudik lebih awal.
Pada tahun 2026, perhatian masyarakat tertuju pada jadwal libur sekolah awal puasa. Meski pengumuman resmi dari pemerintah belum sepenuhnya dirilis, sejumlah informasi awal mengenai jadwal pembelajaran selama Ramadhan mulai bermunculan.
Hingga saat ini, kepastian jadwal libur sekolah awal puasa masih bergantung pada penetapan awal Ramadhan oleh pemerintah.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk ulama, ahli astronomi, serta perwakilan lembaga terkait.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.
Jika hasil pengamatan hilal menunjukkan bulan sabit terlihat pada 17 Februari 2026, maka awal puasa kemungkinan dimulai pada 18 Februari.
Sebaliknya, jika hilal belum terlihat, awal Ramadhan berpotensi bergeser menjadi 19 Februari 2026.
Sementara itu, organisasi keagamaan Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab.
Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian telah menyiapkan pola pembelajaran khusus selama bulan Ramadhan.
Berdasarkan hasil rapat tingkat menteri yang dipimpin Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, terdapat pengaturan jeda pembelajaran pada awal puasa.
Pada periode 18 hingga 20 Februari 2026, siswa dijadwalkan menjalani pembelajaran di luar satuan pendidikan.
Meskipun tidak sepenuhnya disebut sebagai libur sekolah, periode ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan non-akademik, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan spiritual dan karakter.
Bagi siswa Muslim, kegiatan yang dianjurkan antara lain tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, hingga kajian keagamaan. Sementara itu, siswa non-Muslim tetap mendapatkan pembinaan rohani sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Setelah masa jeda awal Ramadhan, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan sistem tatap muka terbatas. Periode ini diperkirakan berlangsung mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, sekolah biasanya melakukan penyesuaian jam pelajaran agar tidak memberatkan siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Selain aspek akademik, pembelajaran selama Ramadhan juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan kebiasaan positif.
Pemerintah turut mendorong program pembinaan karakter, seperti pembiasaan kegiatan sosial, penguatan nilai religius, serta gerakan pembatasan penggunaan gawai dalam jangka waktu tertentu untuk meningkatkan fokus dan interaksi sosial siswa.
Meski sejumlah jadwal perkiraan telah beredar, pemerintah biasanya baru mengeluarkan surat edaran resmi mengenai pengaturan kegiatan sekolah menjelang bulan Ramadhan. Pengumuman tersebut umumnya disesuaikan dengan hasil Sidang Isbat.
Oleh karena itu, orang tua dan peserta didik disarankan untuk terus memantau informasi dari pemerintah maupun sekolah masing-masing.
Langkah ini penting agar persiapan kegiatan selama Ramadhan dapat dilakukan dengan lebih matang dan sesuai dengan ketentuan resmi.
Demikian informasi tentang jadwal libur awal puasa 2026.***