
SERAYUNEWS – Bagi Anda yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan Juni 2026, ada kabar baik. Simak jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026.
Bulan ini menyimpan sejumlah kesempatan emas untuk menjalankan puasa sunnah, mulai dari puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh, hingga puasa sunnah di bulan Muharram yang penuh keistimewaan.
Puasa sunnah memang bukan kewajiban, tapi pahala dan manfaatnya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Selain menjadi bekal pahala tambahan, rutinitas puasa sunnah juga melatih kesabaran, menajamkan rasa syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tak heran jika banyak umat Muslim yang menjadikannya bagian dari rutinitas spiritual mereka.
Agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang, berikut jadwal lengkap puasa sunnah Juni 2026 yang bisa langsung Anda catat.
Puasa Senin Kamis adalah salah satu amalan sunnah paling populer di kalangan umat Muslim.
Alasannya sederhana, selain mudah dilakukan, puasa ini juga memiliki keutamaan yang luar biasa.
Rasulullah SAW sendiri menjadikannya amalan rutin dengan alasan yang sangat menarik:
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
Bayangkan, amal Anda “disetor” ke hadapan Allah justru saat Anda sedang dalam kondisi berpuasa. Tentu menjadi motivasi tersendiri untuk konsisten menjalankannya.
Jadwal Puasa Hari Senin – Juni 2026:
Jadwal Puasa Hari Kamis – Juni 2026:
Total ada sembilan hari puasa Senin Kamis yang bisa Anda laksanakan sepanjang Juni. Cukup banyak, bukan?
Nama “Ayyamul Bidh” berasal dari bahasa Arab yang berarti “hari-hari putih” merujuk pada malam-malam purnama saat bulan bersinar terang.
Puasa ini dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah, sehingga terulang setiap bulan sekali.
Yang membuat puasa ini istimewa, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang menjalankannya:
“Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tiga hari puasa, setara pahala satu tahun penuh. Inilah salah satu “investasi pahala” paling efisien dalam ibadah Islam.
Untuk bulan Juni 2026, perkiraan jadwal puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:
Perlu diingat, jadwal ini masih bersifat perkiraan dan bisa berubah tergantung hasil rukyatul hilal serta keputusan resmi pemerintah.
Sebaiknya Anda memantau pengumuman dari Kementerian Agama RI untuk kepastiannya.
Juni 2026 juga menandai datangnya Tahun Baru Islam. Tanggal 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026, sehingga separuh akhir bulan Juni sudah masuk dalam kalender Muharram.
Muharram bukan bulan biasa. Ia adalah salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam, di mana ibadah memiliki bobot yang lebih besar.
Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk memperbanyak puasa di bulan ini:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)
Di antara puasa sunnah yang dikenal di bulan Muharram, puasa Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) adalah yang paling dianjurkan.
Puasa Asyura bahkan disebut dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Dua hari ini diperkirakan jatuh pada sekitar 24–25 Juli 2026 berdasarkan perkiraan awal bulan Muharram.
Niat adalah syarat sahnya ibadah puasa. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilafazkan sejak malam hari atau pada pagi hari sebelum Anda makan dan minum apa pun.
Niat Puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil bidh sunnatan lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Selain nilai pahala yang besar, puasa sunnah membawa sejumlah manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melatih kendali diri. Menahan lapar dan haus bukan sekadar urusan fisik. Puasa melatih Anda untuk lebih sabar menghadapi situasi sulit dan menjaga emosi tetap stabil.
Menambah pahala di luar Ramadan. Ramadan memang bulan utama, namun jangan biarkan semangat ibadah berhenti di sana.
Puasa sunnah adalah cara terbaik untuk menjaga konsistensi amal sepanjang tahun.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap hari yang Anda isi dengan puasa sunnah adalah hari di mana Anda memilih Allah di atas kesenangan duniawi dan itu sendiri adalah bentuk ketakwaan yang nyata.
Mengikuti jejak Rasulullah SAW. Puasa Senin Kamis dan Ayyamul Bidh tercatat sebagai amalan yang rutin dikerjakan Nabi.
Mengikutinya berarti Anda menghidupkan sunnah beliau dalam kehidupan modern sekalipun.***